Perpustakaan sebagai Pusat Sumber Belajar Civitas Akademika

“Belajar adalah proses untuk mengetahui, memahami, dan mengamalkan. Bacalah, pahami, kemudian amalkan maka kebaikan akan selalau menyertai langkahmu sepanjang hayat!”

Perpustakan harus menjadi pusat sumber belajar seluruh civitas akademika di perguruan tinggi. Dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan di sebuah perguruan tinggi harus menjadikan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar yang terintegrasi, baik dalam perkuliahan maupun aktivitas softskill yang lain untuk menghasilkan generasi Indnesia, baik S-1, S-2, dan S-3 serta SDM yang unggul dan kreatif.
Generasi muda adalah calon pemimpin dan harapan bangsa. Generasi muda harus memiliki kecerdasan yang unggul dan kreatif melalui proses pembelajaran yang teringeratif dengan berbagai sumber referensi dan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar. Pembelajaran dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja sesuai dengan karakteristik dan kemauan pembelajar. Hal terpenting yang harus diperhatikan oleh para mahasiswa dan dosen dalam pembelajaran adalah (1) tujuan pembelajaran, (2) karakteristik mahasiswa, (3) media pembelajaran, (4) suasana pembelajaran yang menyenangkan, (5) pusat sumber belajar/perpustakaan yang memadai, dan (6) dosen yang visioner. Keenam unsur tersebut apabila diintegrasikan dalam konteks pembelajaran aktif dan kreatif akan mengahasilkan insan-insan cendekia yang cerdas dan berdaya saing tinggi.
Perpustakaan dapat menjadi pusat sumber belajar yang sangat menguntungkan bagi mahasiswa dan dosen ketika mereka dapat mengintegrasikan perpustakaan dengan konteks pembelajaran aktif dan kreatif berbasis perpustakaan. Belajar dari tokoh-tokoh dunia, seperti Albert Enstien, Bill Gates, Newton, dll. mereka semua adalah pembelajar dan pembaca buku-buku di perpustakaan. Oleh karena itu, untuk menghasilkan generasi muda yang hebat dan luar biasa seorang dosen harus berusaha mendekatkan dan bahkan menyatukan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar yang terintegrasi dengan mahasiswa. Hal ini sebagai bentuk kolaboratif antara media, sumber belajar, dan pembelajara dalam rangka akselerasi pemerolehan pengetahuan dan keterampilan sebagai insan-insan cendekian yang cerdas dan kreatif.
Tujuan pembelajaran harus tercapai dengan cara kreatif, inovatif, dan berdampak kepada para mahasiswa, baik sekarang dan di masa yang akan datang. Integrasi pembelajaran berbasis perpustakaan bukan hal yang sulit ketika dosen memiliki visi untuk menghasilkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan unggul. Upaya tersebut dapat diwujudkan apabila pembelajaran yang dilakukan dintegrasikan dengan perpustakaan sehingga para mahasiswa secara intensif dan kolaboratif memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar dan penelitian mereka. Banyak pustaka yang dapat diresensi, dikaji, ditelaah, dan dimanifestasikan sebagai inspirasi untuk menumbuhkembangkan ide-ide kreatif mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.
Upaya ini dilakukan dengan program wajib baca bagi mahasiswa dan dosen minimal satu halaman per hari dan satu buku per minggu. Program pembiasaan ini dapat dievaluasi hasilnya setelah berjalan satu atau dua bulan secara intensif. Selain itu, program pembviasaan membaca ini dapat mendukung program pemerintah melalui permendikbud No. 21 tahun 2015 mengenai wajib membaca lima belas menit sebelum pembelajaran bagi pelajar. Dengan membaca kita akan mampu menjelajah dan menyibak dunia untuk kemajuan dan pengayaan pengetahuan kita melalui guru/dosen yang setia menemani belajar kita sepanjang masa, yaitu buku-buku di perpustakaan sekolah dan perguruan tinggi serta perpustakaan daerah. Wahai para guru, dosen, pelajar, dan mahasiswa selamat menjelajah dunia melalui membaca untuk kejayaan Indonesia tercinta! Salam sukses dan luar biasa! Salam Pustaka: Menyibak Jendela Dunia untuk Kejayaan Pendidikan Indonesia.

“Membaca dan menulis adalah upaya kita untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa dan membebaskan diri dari kebodohan”

 

Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum.
Motivator dan Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNS
Kepala UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret
Ketua Umum Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia
Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/081391423540

UNS Gencarkan Program UNS Membaca dan Menulis

Penulis : Triawati Prihatsari Purwanto

SOLO- UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggenjot Program UNS Membaca dan Menulis.

Berbagai upaya dilakukan salah satunya dengan melakukan optimalisasi UPT Perpustakaan dengan menggelar Workshop “Optimalisasi Perpustakaan Sebagai Sarana Pengembangan Budaya Baca dan Tulis Dalam Rangka Meningkatkan Kompetensi Sumberdaya Manusia Yang Unggul dan Kreatif”, Selasa (6/10/2015), di Aula FKIP UNS Surakarta.

Kepala UPT Perpustakaan UNS Surakarta, Muhammad Rohmadi, menuturkan, UPT Perpustakaan UNS tengah berupaya untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar, pusat sumber penelitian dan pusat sumber pengabdian dengan layanan prima dan unggul.

Dan dalam rangka mewujudkan visi dan misi tersebut, harus menggalakkan Gerakan UNS Membaca dan Menulis. Kami juga melakukan pemberdayaan SDM pustakawan melalui diklat dan seminar, hal ini menjadi upaya kami dalam pengembangan peran perpustakaan sebagai jantung pembelajaran,” ujarnya di sela kegiatan.

Menurut Rohmadi, UPT Perpustakaan UNS saat ini juga melakukan perbaikan sarana dan prasarana dengan harapan mampu mendukung program pengembangan.

“Perpustakaan juga mendukung program pemerintah gemar membaca. Hal itu dilakukan dengan koordinasi bersama para Dekan dan Wakil Dekan untuk membudayakan mahasiswa gemar membaca,” tukasya.

Sumber : http://joglosemar.co/2015/10/uns-gencarkan-program-uns-membaca-dan-menulis.html

UPT Perpustakaan UNS Terakreditasi A

UPT Perpustakaan  Universitas Sebelas Maret diakreditasi oleh Asesor Tim Akreditasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) pada tanggal 28 – 30 September 2015. Tim Asesor PNRI yang melakukan penilaian ke UPT Perpustakan UNS adalah Drs. Nurcahyono, S.S.,M.Si dan Drs. Sudarto, M.Si.  Dalam penilaian akreditasi tersebut dilakukan secara bertahap, dari presentasi kepala UPT Perpustakan UNS, Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum. verivikasi borang akreditasi, penilaian borang akreditasi yang meliputi: aspek layanan, kerja sama, koleksi, pengorganisasian BP, SDM, gedung, anggaran, manajemen, perawatan. Kemudian dilanjutkan berkeliling untuk melakukan verivikasi di UPT perpustakaan UNS secara keseluruhan.

Berdasarkan hasil penilaian tim asesor PNRI, UPT Perpustakaan UNS telah memberikan layanan prima, kerja sama dengan pihak internal dan eksternal sangat memadai, koleksi sangat memadai, pengorganisasian BP, SDM, gedung, anggaran, manajemen, dan perawatan secara terintegrasi dan berkelanjutan. Namun demikian, saran-saran dari tim asesor bahwa UPT perpustakaan UNS harus terus meningkatkan dan mempertahankan layanan prima kepada para pemustaka.

Merujuk hasil berita acara hasil asesmen lapangan dari tim Asesor PNRI diperoleh hasil  A dengan Nilai 94.43.  Hal ini menjadi motivasi bagi seluruh tim UPT Perpustakan UNS terus berbenah dan meningkatkan layanan prima dan keunggulan yang dimiliki dalam rangka mewujudkan visi perpustakaan sebagai pusat sumber belajar yang mendukung tri dharma perguruan tinggi bagi seluruh civitas akademiaka UNS.

 Salam Pustaka: Menyibak Jendela Dunia untuk Kemajuan Pendidikan Indonesia.

Surakarta, 1  Oktober 2015
Kepala UPT Perpustakaan UNS,

Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum.
Hp 081391423540