Perpustakaan UNS bersama International Office UNS menggelar talkshow literasi religi

UNS – Suasana Ramadhan memang terasa manfaatnya bagi setiap orang. Tak hanya umat muslim Indonesia yang bersuka cita menjalankan ibadah di bulan Ramadan, melainkan seluruh umat manusia di penjuru dunia. UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama dengan International Office UNS menggelar talkshow literasi religi, yang diselenggarakan pada Rabu (23/5/2018) bertempat di Lantai 1 Gedung. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan sekaligus berbagi kisah kepada mahasiswa UNS tentang kegiatan Ramadhan di Luar Negeri, khususnya di Sierra Leone, Afrika.

Acara ini menghadirkan dua narasumber mahasiswa asing UNS yang berasal dari Sierra Leone, Ibrahim Sorie Kamari dan Aisha B. Kargbo, dan diikuti sebanyak 80 mahasiswa dan karyawan UNS dari berbagai jurusan.

Sugeng Widaryatno, selaku Kasubag Tata Usaha Perpustakaan UNS, berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang saling mengenal dan berbagi kebudayaan Ramadhan di Sierra Leone khususnya.

Selesai talkshow dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama dengan menyajikan menu berbuka dari Sierr Leone, gruvy soup dan ginger beer dan beberapa menu lainnya.

 

Perpustakaan UNS menerima kunjungan Tim Assesor AUN-QA

UNS – Sebagai salah satu upaya mewujudkan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menuju World Class University (WCU) yang berstandar Internasional, Perpustakaan UNS sebagai pusat atau jantung dari sebuah Universitas menerima kunjungan dari Tim Asesor ASEAN University Network (AUN)-Quality Assurance (QA) pada Selasa (8/5/2018).

Dalam visitasi tersebut, Tim Assesor AUN-QA meninjau semua fasilitas yang ada di Perpustakaan UNS, mulai dari bagian pelayanan seperti layanan keanggotaan, layanan peminjaman dan layanan pengembalian, juga melihat kelengkapan koleksi yang disediakan di Perpustakaan UNS baik koleksi yang tercetak maupun yang non cetak seperti e-journal, e-book.

AUN Quality Assurance (AUN QA) adalah salah satu kegiatan yang dilakukan oleh AUN yang bertujuan untuk melakukan penjaminan mutu program studi yang menjadi anggota AUN. Dengan demikian program penjaminan mutu ini bersifat regional ASEAN.  AUN menterjemahkan QA sebagai pemantauan kualitas secara sistematis, terstruktur, dan berkesinambungan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas. QA menjadi poin penting dalam pendidikan tinggi terutama di ASEAN untuk meningkatkan posisi tawar universitas dalam menjawab tantangan jaman. (anr)

Perpustakaan UNS mengajak masyarakat Indonesia melek Literasi Digital

Rektor UNS, Ravik Karsidi menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara

UNS – UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Seminar Internasional bertajuk “Digital Literacy and Library-based Creative Knowledge in The Digital Era” bertempat di Ruang Seminar Lantai 2 Perpustakaan UNS pada Kamis (3/5/2018). Acara ini diikuti sebanyak 123 peserta dari berbagai profesi diantaranya pustakawan, guru, dosen, peneliti dan mahasiswa yang datang dari  berbagai propinsi di Indonesia.

Seminar ini menghadirkan narasumber Kepala Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dra. Labibah Zain, M.LIS, Vice President for Academic and Student Affairs Yamaguchi University Japan Pro. Fukuda Takamasa, Ph.D yang dalam hal ini diwakili oleh Dr. M. Eng. Herman Saputro, Takanobu Shiina dari Kokushikan University Japan, Burwan Tilusubya dari Tanzania Afrika, serta Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum selaku Kepala Perpustakaan UNS Surakarta, dan sebagai moderator Kepala International Office UNS M. Taufik Al Makmun, M.A turut serta hadir dalam acara ini Rektor UNS Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S yang sekaligus membuka kegiatan ini.

Muhammad Rohmadi saat menyampaikan materi Seminar

Dalam sambutannya Ravik karsidi sangat mengapresiasi diselenggarakannya kegiatan ini, seminar ini sangat bermanfaat bagi pustakawan khususnya di era revolusi industri 4.0 saat ini.

Lebih lanjut, Ravik berharap pustakawan di Indonesia mampu menjadi guru non formal bagi sivitas akademika di masing-masing Lembaga dimanapun ia bekerja, mindset pustakawan di era saat ini tidak hanya sebatas menata buku atau menjaga buku saja, tetapi harus mampu menyajikan informasi yang valid yang dibutuhkan oleh pengguna perpustakaan.

“Seorang Pustakawan harus sanggup mengikuti perkembangan zaman di era saat ini, agar tidak tergerus atau tertinggal oleh kemajuan zaman yang semakin cepat ini” tegasnya.

Menurut Tri Hardiningtyas selaku penyelenggara mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan dan memaksimalkan pengetahuan tentang literasi digital yang didasari oleh pengetahuan kreatif kepada masyarakat Indonesia di era globalisasi yang berbasis perpustakaan.

“Harapan dari kegiatan ini adalah masyarakat di Indonesia tidak hanya melek membaca dan menulis saja, tetapi mampu menggunakan dan memanfaatkan kemajuan teknologi seluas-luasnya” tambahnya. (ANR)

Sesi foto bersama Rektor UNS didampingi oleh penyelenggara dan narasumber Seminar

presentasi materi oleh Labibah Zain