Perpustakaan UNS meluncurkan angkringan pustaka UNS

Muhammad Rohmadi, meluncurkan program Angkringan Pustaka UNS

Solo – Dalam rangka meningkatkan minat membaca dan menulis bagi sivitas akademika, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta meluncurkan program angkringan pustaka UNS pada Senin (27/05/2019) bertempat di lobby Perpustakaan UNS.

Peluncuran angkringan pustaka ini sekaligus untuk menyongsong peringatan hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 juni mendatang. Melalui angkringan pustaka ini diharapkan dapat meningkatkan minat menulis dan membaca sivitas melalui gerakan Ratulisa (Rajin menulis dan membaca) bersama UPT Perpustakaan UNS. Dalam kegiatan ini pula digelar buka bersama seluruh keluarga besar UPT Perpustakaan UNS dan puluhan mahasiwa yang ikut dalam kegiatan ini.

Muhammad Rohmadi selaku Kepala UPT Perpustakaan UNS mengatakan bahwa program angkringan pustaka UNS merupakan wujud kepedulian perpustakaan UNS kepada pemustaka tidak hanya sivitas UNS,tetapi juga pemustaka dari luar UNS sebagai pendorong bagi pemustaka dalam upaya melestarikan budaya literasi. Hal ini selaras dengan program yang telah dicanangkan oleh pemerintah melalui gerakan literasi nasional.

 

“Kami berharap melalui angkringan pustaka UNS ini, lahirlah budaya literasi yang terbangun melalui diskusi, saling tukar wawasan antar pemustaka, membaca  di perpustakaan, serta mampu menjadi wadah saling berinteraksi dan bersilaturahim yang santai antar pemustaka” ujar Rohmadi

santap hidangan buka puasa, disela acara peluncuran Angkringan Pustaka

Ia menambahkan, Angkringan pustaka UNS menyediakan buku bacaan berupa novel, buku pengembangan skill, biografi tokoh dan buku-buku inspiratif lainnya. Disamping itu, di angkringan pustaka ini juga disediakan jajanan pasar ala HIK (Hidangan Istimewa Kampung) yang dapat dinikmati secara gratis bagi pemustaka yang memanfaatkan program ini. Adapun jajanan yang disediakan di angkringan pustaka ini bersumber dari sumbangan atau sedekah dosen, petugas, dan mahasiswa sebagai wujud kepedulian dan berbagi terhadap sesama.

Kedepan, melalui angkringan pustaka ini, perpustakaan UNS akan menyelenggarakan diskusi tematik yang rutin diselenggarakan, sehingga budaya diskusi, budaya silaturahim dan saling berinteraksi akan terus terjaga dan lestari, karena ini merupakan khazanah bangsa yang wajib dilanjutkan. (humas)

Perpustakaan UNS & International Office UNS Adakan Literasi Religi Peringati Hari Buku Nasional

Perpustakaan UNS bersama International Office UNS adakan kegiatan Literasi Religi bertajuk Libyan Day di Lobi Perpustakaan UNS, 16-17 Mei 2019. Kegiatan ini bertujuan untuk diskusi terpumpun berbagi cerita dan pengalaman muslim dari luar negeri yang kuliah di UNS dan dikoordinir oleh Internasional Office UNS yang berkantor di Lt 4 Perpustakaan UNS. Kegiatan ini diharapkan dapat menyatukan semua generasi muslim dalam dan luar negeri dalam satu bingkai cerita literasi Religi.

Kegiatan ini dilaksanakan agar para generasi muslim memiliki wawasan global mengenai literasi religi di bulan Ramadhan. Hal ini sebagai bentuk penguatan sumber daya manusia bidang religi untuk menyatukan visi, misi pendidikan bidang penguatan pendidikan karakter. Salah satu wujud diskusi terpumpun ini menghadirkan para mahasiswa luar negeri untuk yang tergabung dalam komunitas mahasiswa Luar Negeri. Dalam diskusi terpumpun ini banyak memberikan motivasi dan inspirasi untuk saling bertoleransi antargenerasi di Indonesia.

Komitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI sebagai wujud pengembangan literasi budaya dan kewarganegaraan bagi seluruh generasi muda di Indonesia. Sikap toleransi dalam bingkai kebhinekaan dan perbedaan di Indonesia dapat ditanamkan melalui sikap menghargai, kepedulian, dan kasih sayang melalui literasi religi. Diskusi terpumpun ini dalam rangka menyongsong hari Buku Nasional, 17 Mei 2019. “Kebersamaan dan kepedulian antargenerasi dalam literasi religi ini memang harus dirawat dan dijaga untuk membentuk karakter generasi muda yang toleran, peduli, dan kasih sayang antarsesama” jelas Muhammad Rohmadi selaku ketua UPT Perpustakaan UNS.

Para mahasiswa UNS diharapkan dapat banyak manfaat dalam kolaborasi literasi religi ini. Lebih lanjut, M. Taufik Al Makmun, selaku Kepala UPT International Office UNS, menjelaskan bahwa “Kegiatan literasi religi ini akan menjadi bagian promosi dan branding UNS di dunia internasional untuk menarik para mahasiwa asing kuliah di UNS”. Demikian meriah dan rasa toleransi yang menyatu dalam bingkai literasi religi semakin nampak saat kegiatan diakhiri dengan berbuka puasa bersama di Lobi Perpustakaan UNS. Semoga kegiatan Literasi Religi ini memotivasi para pemustaka untuk terus berliterasi dengan RATULISA (Rajin Menulis dan Membaca) untuk menyibak jendela dunia demi kemajuan dan kejayaan NKRI.

Surakarta, 17 Mei 2019

Kepala UPT Perpustakaan UNS

Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum.

 

Perpustakaan UNS dukung Gerakan Literasi Sekolah di SMA Warga Surakarta

Dalam kegiatan diskusi terpumpun (FGD) di Lt 2, Ruang Kepala UPT Perpustakaan UNS, yang dipimpin langsung oleh Muhammad Rohmadi selaku Kepala UPT Perpustakaan UNS bersama Purwoto, Agus, dan Anda selaku tim penggerak Gerakan Literasi Sekolah di SMA Warga Surakarta disepakati bahwa Perpustakaan UNS mendukung penguatan dan pengembangan budaya literasi di SMA Warga.

Hal ini dilakukan dalam beberapa diskusi yang dirajut dalam topik literasi sekolah untuk mewujudkan sekolah literasi dan perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar dan literasi bagi peserta didik. Selain itu, program ini untuk mendukung program pemerintanh untuk penguatan GLS.

Percepatan dan penguatan minat baca untuk peserta didik, guru, dosen, dan mahasiswa harus dilakukan secara sinergis dan berkelanjutan. Hal ini untuk mendorong terwujudnya kesepakatan forum ekonomi dunia, bahwa untuk memasuki abad xxi, semua generasi dan masyarakat harus menguasai keterampilan enam literasi dasar, yakni: (1) literai membaca dan menulis, (2) literasi numerik, (3) literasi digital, (4) literasi keuangan, (5) literasi Sains, dan (6) literasi kewarganegaraan & budaya. Dengan demikian, semua generasi dan masyarakat di abad xxi diharapkan melek literasi.

“Proses dan upaya menumbuhkembangkan literasi di sekolah harus dilakukan pembiasaan sejak dini. Bukan sekadar membaca lima belas menit tetapi harus ada upaya pembiasaan diri untuk berliterasi dengan RATULISA (rajin menulis dan membaca) untuk meraih bintang, memeluk bulan dan matahari bukan sekadar imajinasi”, menurut Muhammad Rohmadi selaku Kepala UPT Perpustakaan UNS dan Pegiat Literasi di Lembaga Literasi Arfuzh.

Surakarta, 13 Mei 2019
Kepala UPT Perpustakaan UNS,

Ttd.

Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum.