Perpustakaan UNS Gelar Kuliah Umum Literasi Pendidikan dan Guru Abad XXI

Giyato, M.Pd saat menyampaikan materi kuliah umum

Perpustakaan UNS adakan adakan kuliah umum literasi pendidikan dengan tema “Literasi Pendidikan dan Guru Abad XXI” pada Senin, 8 April 2019 di Ruang Seminar Lt 2 Perpustakaan UNS.

Kuliah umum tersebut menghadirkan narasumber (1) Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum (Kepala UPT Perpustakaan UNS dan Dosen PBI FKIP UNS), (2) Giyato, M.Pd. (Guru SMA N 1 Karanganyar, Guru peserta Kursus Luar Negeri Applied teaching methodologies in the 21 tahun 2019, dan Pemenang OGN 2017). Dalam paparanya, Muhammad Rohmadi menyampaikan bahwa Pendidikan menjadi kewajiban bersama seluruh elemen bangsa. Lebih lanjut dijelaskan bahwa guru abad XXI harus kreatif, inovatif, produktif, dan komunikatif. Selain itu, guru, abad XXI harus kuasai kompetensi 4C (kreatif, berpikir kritis, komunikatif, dan kolaboratif). Dalam proses pembelajaran guru abad XXI juga harus menguasai STEAM, HOTS, dan juga melek literasi teknologi.

Kemudian, ditambahkan narsumber satunya lagi, Giyato, M.Pd. bahwa guru abad xxi harus banyak berkreasi dan berinovasi, seperti yang dilakukanya dalam lomba OGN 2017 dan memenangi lomba tersebut. Guru harus dapat memroduksi model-model pembelajaran inovatif, media pembelajaran, dan juga kaya setrategi inovatif sesuai dengan konteks pembelajaranya.

Lebih lanjut, Giyato, menambahkan kalau guru terus belajar dan berinovasi akan dapat meningkatkan daya saing guru, baik dalam pembelajaran, lomba Inovasi pembelajaran, bestpractice, dan juga kompetesi-kompetisi lainnya.

Dalam kuliah umum literasi tersebut, Giyato juga menceritakan perjalanannya kursus selama hampir satu bulan di Australia. Abad XXI guru harus memahami kebutuhan siswa, pengembangan softskill. Guru harus kaya materi, model, dan menerapkan pembelajaran aktif.

Akhirnya ditutup dengan penguatan kedua narasumber bahwa literasi pendidikan abad xxi harus diwujudkan dengan berkolaborasi semua pihak, baik guru, siswa, kepala sekolah, dan pengambil kebijakan. Dengan demikian, komitmen bersama adalah keniscayaan untuk wujudkan dengan melaksanakan 3B (berkomunikasi, berkolaborasi, dan beraksi), tambah Muhammad Rohmadi.

Surakarta, 8 April 2019
Kepala UPT Perpustakaan UNS
Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum.

 

 

Perpustakaan UNS menggelar Seminar Internasional bertajuk Big Data

UNS – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Seminar Internasional dengan tema “Big Data: Building and Disseminating Research in Higher Education’’ Selasa (19/03/2019) bertempat di Ruang Werkudara lantai 2 UPT Perpustakaan UNS.

Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan wawasan tentang pentingnya riset dalam sebuah lembaga pendidikan khususnya perguruan tinggi, sehingga mampu mewujudkan atmosfer riset yang berkelanjutan dan berkualitas melalui peran pustakawan di era revolusi industri 4.0. Seminar ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, pustakawan dan peneliti dari berbagai daerah di Indonesia.

Seminar internasional ini menghadirkan dua narasumber yaitu Clarivate Analytic Mr. Diu Seng SEE, Ph.D., dan Dr. Eng. Agus Purwanto, S.T., M.T, Dosen Fakultas Teknik UNS. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor 1 bidang akademik Prof. Drs. Sutarno, M.Sc., Ph.D.

Pada kesempatan ini, Diu Seng SEE menyampaikan materi dengan judul How to publish for maximum impact?: Research in the Big Data era. Menurut Diu Seng SEE di era big data ‘’ 80/20 rule becomes ever MORE important’’ Bahwa 80% kutipan/dampak  berasal dari 20% jurnal, Maka kita harus selektif, pilih 20% tersebut. Diu Seng SEE juga memberikan penjelasan bagaimana cara menentukan istilah pencarian melalui big data (Web of Science).

Disisi lain, Agus Purwanto berbicara tentang big data di perguruan tinggi  dan peran perpustakaan di dalamnya. Berkaitan dengan big data, dalam hal ini pustakawan ditantang untuk mampu memanfaatkan potensi big data tersebut dari segi non teknis, yaitu menggunakan tools yang sudah ada tersebut untuk melakukan pencarian maupun analisis trend penelitian dalam perannya berkolaborasi dengan mahasiswa, dosen, dan peneliti.

Press Release: Perpustakaan UNS selenggarakan Pameran Inovasi Perpustakaan PT dan Festival Literasi Kreatif di Era Digital

Dalam rangka Dies Natalis UNS yang ke-43, UPT Perpustakaan UNS selenggarakan “Pameran inovasi perpustakaan PT dan festival literasi kreatif di era digital” tanggal 17-19 Maret 2019 di Lt 1 Perpustakaan UNS. Pameran dibuka oleh Rektor UNS yg diwakili oleh Prof. Sulistyo Saputro, M.Si., Ph.D. selaku koordinator bidang Pameran dan seminar ilmiah Dies Natalis UNS ke-43 Didanpingi oleh Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum selaku kepala UPT Perpustakaan UNS.

Dalam kegiatan ini, pameran dikuti oleh Perpustakaan UNS, UMS, ISI Surakarta, IAIN Surakarta, Monumen Pers Surakarta dan beberapa penyedia ebook dan ejournal internasional.

Dalam kegiatan pameran inovasi ini Perpustakaan UNS meluncurkan “Mobilib dan QRCode” untuk pemustaka Perpustakaan UNS. Mobilib dan QRCode ini diharapkan dapat membantu para pemustaka memanfaatkan Literasi Informasi dan pengetahuan dengan media anderoid. Upaya penguatan dan pengembangan layanan prima dan keunggulan perpustakaan UNS sebagai pusat sumber belajar dan informasi.

Selain pameran, perpustakaan UNS menyemarakan kegiatan festival literasi kreatif dengan tiga kegiatan: (1) talkshow literasi kreatif dengan narasumber (a) Drs. Pangesti Wiedarti, M. Appl. Ling., Ph.D (Satgas GLS Kemdikbud dari UNY) (b) Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum. (Kepala perpus UNS dan Pegiat Literasi di Lembaga Literasi Arfuzh) yang dimoderatori oleh Sri Utari (Pustakawan UNS).

Dalam kegiatan ini kedua narasumber memberikan paparan mengenai gerakan literasi sekolah (GLS) dan penguatan SDM pustakawan di era digital. Dalam rangka penguatan literasi, Muhammad Rohmadi menegaskan dengan Ratulisa (rajin menulis dan membaca). Dengan literasi Ratulisa diharapkan dapat mengubah mindset dan percepatan pengembangan para SDM pustakawan, guru, dosen, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat di seluruh pelosok NKRI.

Festival literasi kreatif juga selenggarakan (2) workshop penulisan kreatif yg diisi oleh Dr. Isnaniah, M.Pd. (IAIN Surakarta,) dan Wahid, S.IP (Pustakawan LIPI) pada tanggal 18 Maret 2019. Kemudian kegiatan yang lain (3) Seminar Internasional “Internasional Conference in Big Data” yang dapat mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi. Seminar ini menghadirkan Dr. Eng. Agus Purwanto, M.T. (Fak Teknik UNS), dan Diu Seng See, Ph.D (AM Clarivite Analytic) pada tanggal 19 Maret 2019.

Semua kegiatan ini diharapkan dapat mengubah mindset para pustakawan, praktisi perpustakaan, guru, dosen, peneliti, dan masyarakat di Indonesia untuk mendukung Gerakan Literasi Nasional dan enam literasi dasar untuk menyosong abad ke-21. Inovasi tiada henti terus dilakukan oleh perpustakaan UNS yang telah terakreditasi A, ISO, dan contributor ke-2 di onesearch.id setelah Perpusnas. Selamat berliterasi digital demi kemajuan dan kejayaan NKRI.

 

Surakarta, 17 Maret 2019
Kepala UPT Perpustakaan UNS,

Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum.

 

 

Perpustakaan UNS menggelar tanggap bencana kebakaran

Sesi simulasi tanggap bencana kebakaran

UNS – Dalam rangka mengantisipasi munculnya resiko bencana kebakaran yang terjadi, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta menggelar pelatihan Pemadaman Kebakaran (Damkar) pada Selasa (05/03/2019) bertempat di halaman parkir Perpustakaan UNS.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan sekaligus pelatihan bagi seluruh staf Perpustakaan UNS dalam hal penanggulangan bencana kebakaran. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Divisi Penjaminan Mutu UPT Perpustakaan UNS, Daryono, S.Sos., M.IP., dan Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta A Arzoni ST. MT.,

Menurut Daryono dalam sambutannya mengatakan bahwa pelatihan ini sangat penting sekali karena sebagai antisipasi bagi kita semua agar kita tanggap terhadap bencana kebakaran yang mungkin terjadi. Melalui pelatihan ini diharapkan seluruh staf perpustakaan serta pihak keamanan dapat mengerti dan mengantisipasi hal-hal yang dapat menyebabkan kebakaran, sekaligus dapat bertindak dengan cepat apabila terjadi kebakaran.

Haryanto saat memberikan sosialisasi penanganan bencana kebakaran kepada peserta pelatihan

Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi, sesi pengarahan dan sesi simulasi. Kegiatan pengarahan dipandu oleh Suharyanto ST. MA B staf damkar. Menurut Suharyanto dalam penanganan kebakaran perlu pembagian tugas antara memadamkan api, pengamanan barang, lokasi dan manusia.

“Apabila terjadi kebakaran ada dua bahaya yang akan terjadi, yakni asap dan api. Dalam upaya menyelamatkan diri diharapkan tidak panik, karena banyak korban disebabkan karena panik, dan bingung harus menyelamatkan diri” tambahnya

Setelah mendapatkan pengarahan, peserta diberikan simulasi penanganan bencana kebakaran menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang dimiliki Perpustakaan. Peserta diajari bagaimana cara menggunakan APAR yang benar, agar tidak terjadi resiko. Peserta juga dilatih bagaimana menanggulangi kebakaran menggunakan alat yang sederhana seperti karung goni, handuk, kain dan sebagainya.

Simulasi penanganan bencana kebakaran menggunakan APAR

salah satu personil satuan keamanan (satpam) memadamkan api menggunakan karung goni

Perpustakaan UNS menggelar pembekalan bagi tenaga Magang Profesi tahun 2019

Peserta Pembekalan Tenaga Magang Profesi tahun 2019

UNS – Sejumlah 32 orang mengikuti kegiatan pembekalan Tenaga Magang Profesi tahun 2019 yang diselenggarakan oleh UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada Senin (28/1/2019) bertempat di Ruang Werkudara Lantai 2 Gedung UPT Perpustakaan UNS.
Peserta pembekalan tenaga magang profesi ini merupakan hasil seleksi penerimaan Tenaga Magang Profesi UPT Perpustakaan UNS yang dilaksanakan pada bulan Desember tahun 2018 lalu, dan telah mengikuti tahapan tes tertulis maupun wawancara.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada peserta Tenaga Magang Profesi dibidang Perpustakaan dan Informasi, meliputi Pengolahan Bahan Pustaka, Layanan Sirkukasi atau Referensi, Shelving, Temu Kembali Informasi dan Pemanfaatan Teknologi Informasi. Selain materi tersebut, peserta juga dibekali tentang Fasilitas, Layanan Perpustakaan, Prosedur dan Regulasi yang diterapkan di Perpustakaan UNS.

Kepala UPT Perpustakaan UNS, Muhammad Rohmadi saat menyampaikan sambutan dan penguatan kepada peserta pembekalan

Melalui pembekalan ini, diharapkan para peserta tenaga magang profesi setelah mengikuti pembekalan yang direncanakan berlangsung selama 3 hari kedepan, dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama pelatihan dan siap menjalankan tugas yang diberikan oleh pimpinan kepada masing-masing peserta.
Pada kesempatan ini, Kepala UPT Perpustakaan UNS, Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum., mengingatkan kepada peserta Tenaga Magang Profesi agar bersungguh-sungguh dan serius dalam mengikuti pembekalan yang diselenggarakan selama tiga hari, dan akan diadakan ¬post-test untuk mengetahui seberapa prosentasi ilmu yang diserap selama mengikuti pembekalan tersebut.
“Semoga dengan mengikuti pembekalan ini, para tenaga magang profesi diharapkan telah memiliki kesiapan yang prima dari segi pengetahuan, ketrampilan, kecakapan kerja serta memiliki komitmen yang kuat untuk mengabdi dan siap berkontribusi kepada lembaga sebagai upaya percepatan UNS menuju World Class University” tambahnya

Perpustakaan UNS bersama EDC FKIP UNS Menggelar Pelatihan Otomasi Perpustakaan

Pustakawan UNS, Aji Hartono memberikan pelatihan penggunaan SLiMS (10/01/2019)

UNS –  Dalam rangka memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai manajemen perpustakaan bagi calon kepala Perpustakaan, khususnya di bidang otomasi perpustakaan, maka UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama Education Development Center (EDC) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNS, menggelar Diklat Calon Kepala Perpustakaan dengan materi Pelatihan Otomasi Perpustakaan menggunakan aplikasi SLiMS (Senayan Library Management System) pada Kamis (10/1/2019) bertempat di Ruang Seminar Lantai 2 Perpustakaan UNS.

SLiMS (Senayan Library Management System) merupakan salah satu aplikasi (software) perpustakaan yang dikembangkan berbasis open source  dikombinasikan dengan ilmu perpustakaan. Dengan kata lain, SLiMS dibangun berdasarkan asas Ilmu Perpustakaan dan Informasi, sehingga dapat diterapkan pada semua jenis perpustakaan. Perancang perangkat lunak ini, semuanya mempunyai latar belakang perpustakaan, lulusan ilmu perpustakaan, yang bekerja di perpustakaan atau lembaga informasi ataupun sebagai pengajar di lembaga pendidikan ilmu perpustakaan. Kegiatan pelatihan ini merupakan serangkaian pelatihan yang telah dimulai pada hari Minggu (6/1/2019) dengan materi pelatihan diantaranya Manajemen Perpustakaan, Pengembangan Koleksi, Klasifikasi, Katalogisasi, layanan referensi, promosi perpustakaan, dan otomasi perpustakaan bertempat di Hotel Pramesthi.

Suasana Pelatihan Otomasi Perpustakaan dalam Diklat Kepala Perpustakaan (10/01/2019)

Salah satu yang menjadi tujuan dari kegiatan pelatihan otomasi perpustakaan ini ialah sebagai pembekalan kepada peserta calon kepala perpustakaan agar mengenal dan mampu mengoperasikan SLiMS serta dapat menerapkannya di perpustakaan sekolahnya masing-masing. Kegiatan ini dipandu oleh pustakawan UNS, Aji Hartono, A.Md. dan 4 orang staff perpustakaan yang ikut serta mendampingi peserta, serta diikuti sebanyak 77 peserta calon kepala perpustakaan sekolah dari berbagai daerah di Indonesia.

 “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi calon kepala perpustakaan, karena dengan diklat ini saya dapat belajar tentang ilmu perpustakaan, mulai dari menginventaris buku, mengolah sampai menyajikan buku kepada anak siswa saya di sekolah dengan benar” papar salah satu peserta diklat. (anr)

 

Perpustakaan menerima kunjungan studi mahasiswa Universiti Putra Malaysia

sesi foto bersama

UNS – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerima kunjungan studi mahasiswa Fakulti Perubatan dan Sains Kesihatan Universiti Putra Malaysia (UPM) pada Kamis (1/10/2018) bertempat di ruang Sadewa lantai 2 Perpustakaan UNS. Dalam kunjungan ini dipimpin oleh DR. Shaharuddin bin Mohd Sham selaku dosen pembimbing, dan diterima langsung oleh Ketua Divisi Penjaminan Mutu UPT Perpustakaan UNS, Daryono, S.Sos., M.IP dan beberapa staf perpustakaan ikut mendampingi dalam penyambutan tersebut.

Menurut Shaharuddin, kunjungan ini merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan dalam Program Mobiliti Medical and Health Sciences Student Association (MEHSSA) Universiti Putra Malaysia untuk menunjang perkuliahan mahasiswa. Selain itu, program ini juga sekaligus dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang dunia Pendidikan yang ada di luar Malaysia, khususnya Pendidikan di Indonesia

Shaharuddin saat menyampaikan sambutannya

“Perpustakaan UNS merupakan salah satu universitas tujuan program Mehssa ini. Kami ingin mempelajari tentang bagaimana peran perpustakaan dalam menunjang Pendidikan di perguruan tinggi, serta dari Perpustakaan UNS kami ingin belajar bagaimana meningkatkan usage statistic terhadap pemanfaatan koleksi elektronik, seperti e-journal dan e-book” paparnya.

Lebih lanjut, Daryono menyampaikan terimakasih kepada Fakulti Perubatan dan Sains Kesihatan UPM yang telah bersedia menjadikan perpustakaan UNS sebagai salah satu destinasi dalam program Mehssa tahun ini.

“UPT Perpustakaan UNS telah terakreditasi A yang dikeluarkan oleh Perpusnas RI dan telah berstandar ISO. Pada tahun 2018 Perpustakaan UNS menduduki nomor 2 dalam top contributor di Onesearch.id. Hal ini menambah semangat kami untuk terus berinovasi dan mengembangkan perpustakaan yang mampu menjadi salah satu sumber rujukan utama di Indonesia” tambahnya

“Dalam upaya menyediakan informasi bagi pemustaka, Perpustakaan UNS tidak hanya menyediakan koleksi cetak saja, tetapi juga menyediakan koleksi yang berbentuk digital, seperti jurnal elektronik maupun buku elektronik. Disamping itu, Perpustakaan UNS menyediakan pojok-pojok baca seperti SNI Corner, BI Corner, Taiwan Corner, Dutch Collections, yang dapat menambah khazanah pengetahuan dan keilmuan. Juga menyediakan ruang diskusi Klinik Pustaka Ilmiah yang dibuka 24 jam nonstop” lanjutnya

Acara ini dilanjutkan dengan diskusi dan berkeliling (library tour) melihat secara langsung pengelolaan dan pelayanan yang ada di Perpustakaan UNS. (anr)

Revolusi industri 4.0, Perpustakaan harus berani bertransformasi

Focus Group Discussion UPT Perpustakaan UNS (29/10/2018)

UNS – Arus globalisasi sudah semakin tidak terbendung masuk di Indonesia, apalagi disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih dan maju, dunia saat ini telah memasuki era revolusi industri 4.0 yang salah satu tekanannya adalah digitalisasi di semua lini kehidupan, atau yang lebih dikenal dengan fenomena disruptive innovation. Oleh karena itu, dalam rangka menghadapi fenomena tersebut UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Pengembangan pengelolaan perpustakaan di era 4.0 pada Senin (29/10/2018) bertempat di Ruang Seminar UPT Perpustakaan UNS. Kegiatan ini diikuti oleh kepala atau pengelola perpustakaan se-Solo Raya. Kegiatan ini diikuti oleh kepala atau pengelola perpustakaan sekolah, perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan daerah se-Solo Raya

Adapun tujuan dari kegiatan ini ialah sebagai ruang berbagi ilmu dan pengalaman dari masing-masing perpustakaan, yang pada akhirnya akan saling bersinergi antar perpustakaan, sehingga diharapkan setelah kegiatan ini akan terwujud suatu wadah atau forum komunikasi perpustakaan se-Solo Raya.

Kegiatan ini mengadirkan tiga narasumber yaitu Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Surakarta, Dra. Sis Ismiyati, M.M., Kepala UPT Perpustakaan IAIN Surakarta, Erland Cahyo Saputro, M.Hum., dan Kepala UPT Perpustakaan UNS, Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum., dengan dipandu oleh Pustakawan UNS, Drs. Widodo, M.Soc.Sc.

Dr. Rohmadi saat menyampaikan paparan materi

Dalam paparannya, Sis Ismiyati mengatakan bahwa ada beberapa kiat-kiat yang harus dijalankan oleh pengelola perpustakaan agar perpustakaan tidak semakin tergerus oleh dahsyatnya perkembangan globalisasi saat ini.  Perpustakaan harus berani merubah mindset yang awalnya sebagai pusat informasi, saat ini harus berubah tidak hanya menjadi pusat informasi saja, tetapi harus sebagai pusat aktivitas. Perpustakaan harus siap berbenah diri, perpustakaan harus siap bertransformasi.

“Perpustakaan menjadi tempat untuk mempersiapkan pemustakanya menjadi penuh kemampuan (skillful) bukan hanya dengan teori (pengetahuan) semata, namun juga melalui praktikum, dengan aktivitas yang mendukung sesuai kreativitasnya” tambahnya

Sementara itu, Erland Cahyo Saputro menambahkan dalam upaya menghadapi tantangan di era 4.0 ini adalah perpustakaan harus berani beradaptasi terhadap perkembangan teknologi saat ini, tidak menutup diri atas kemajuan teknologi, sebab perpustakaan memiliki peran penting sebagai pusat sumber ilmu pengetahuan. Sedangkan saat ini, masyarakat menginginkan informasi yang cepat dan mudah aksesnya.

Sedangkan, Muhammad Rohmadi dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa kunci awal dalam menghadapi teknologi era 4.0 ini adalah dimulai dari pengelola atau pustakawannya. Pustakawan harus open minded terhadap kemajuan teknologi. Adapun kepemimpinan, kegigihan seorang pustakawan menjadi kunci awal keberhasilan dalam menghadapi era 4.0 ini.

“Perpustakaan harus aktif menjalin kerjasama dengan perpustakaan yang lain, karena perpustakaan pasti memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Dengan aktif menjalin kerjasama dan saling bersinergi antar perpustakaan, maka perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan, sebagai pusat aktivitas dan sebagai pusat rekreasi akan semakin dapat dirasakan kemanfaatannya oleh masyarakat secara luas” paparnya. (anr)

 

Materi :

  1. Dra. Sis Ismiyati, M.M. [ download ]
  2. Erland Cahyo Saputro, M.Hum. [ download ]
  3. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum. [ download ]