Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia ke-13 di Solo

(Courtesy of official KPDI Website, National Library of Indonesia)

Dunia saat ini menghadapi  Revolusi Industri 4.0 dengan digitalisasi,  ‘artificial intellegence‘, ‘internet of things‘ serta ‘big data‘ memainkan peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Perpustakaan pun mau tak mau harus beradaptasi, berinovasi serta berevolusi sehingga tidak terlindas perubahan zaman. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat berkumpul untuk membaca buku ataupun mencari informasi, namun perpustakaan dapat menjadi working space, tempat munculnya inovasi-inovasi baru di dalam institusi pendidikan, perpustakaan juga dapat menjadi suatu virtual office.

Saat ini perpustakaan telah berangsur menjadi tempat berinteraksi dengan komunitas sosial serta working space tempat tumbuhnya inovasi baru. Perpustakaan juga telah menggambarkan bagaimana melakukan transformasi perpustakaan di era digital, mulai dari ‘mobile library‘, ‘library on the wall‘, ‘hybrid library‘ hingga perpustakaan dalam game.

Kebijakan Pembangunan Bidang Perpustakaan di Indonesia telah masuk dalam arus utama Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024, melalui Prioritas Nasional Revolusi Mental dan Pembangunan kebudayaan, yang diturunkan dalam Program Prioritas Meningkatkan Literasi, Inovasi dan Kreatifitas, yang meliputi: (a). Peningkatan Budaya Literasi dan; (b). Penguatan institusi Sosial Penggerak Literasi dan Inovasi.

Sesuai dengan Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan Bidang Perpustakaan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 tersebut, pembangunan perpustakaan digital ke depan harus disinkronisasikan melalui Rencana Strategis Pembangunan Perpustakaan Digital Nasional 2020-2024, yang mengarah pada pengembangan kualitas sumber daya manusia yang dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat melalui kemampuan berliterasi.

Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI), merupakan kegiatan nasional sinergis untuk saling berbagi pengetahuan yang diselenggarakan secara berkesinambungan oleh Perpustakaan Nasional RI bekerja sama dengan perpustakaan  daerah dan perpustakaan perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan wawasan dan kompetensi  pengelola perpustakaan di seluruh tanah air terkait perkembangan penerapan TIK dan teknologi digital di dunia perpustakaan. Kegiatan pertemuan ini juga dimaksudkan untuk memberikan kesadaran (awareness) akan pentingnya beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi di masyarakat sebagai dampak dari perkembangan teknologi informasi dan digital, agar perpustakaan dapat tetap eksis dari waktu ke waktu.

Penyelenggaraan Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) di Surakarta telah tertunda selama dua tahun yang disebabkan masih tingginya tingkat penularan Covid-19, sehingga pada tahun 2020 dan 2021 penyelenggaraan KPDI dilaksanakan secara daring dan mandiri oleh Perpustakaan Nasional RI. Dengan semakin melandainya pandemi Covid-19 di Indonesia pada tahun ini, diharapkan penyelenggaraan Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) Ke-13 tahun 2022 di kota Surakarta secara luring (onsite) dapat terwujud, sehingga proses interaksi dan transfer knowledge antara narasumber dengan peserta dapat lebih maksimal, serta berdampak pula pada meningkatnya kunjungan pariwisata di wilayah penyelenggaraan.

Penyelenggara acara:

  1. Forum Perpustakaan Digital Indonesia
  2. Universitas Sebelas Maret

Waktu: 9-11 Agustus 2022

Tempat: The Sunan Hotel, Solo

Rangkaian acara:

  1. Konferensi
  2. Call for papers
  3. Festival literasi digital
  4. Workshop literasi digital

Flyer acara:

Silakan diunduh di sini: bagian depan dan bagian belakang

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.