Membudayakan Membaca dan Menulis (Literasi) dimulai Sejak Dini pada Ranah Keluarga

Membaca akan mampu menyibak jendela dunia. Membaca dan menulis menjadi kunci untuk mengetahui informasi dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Budaya membaca dan menulis menjadi pilar budaya literasi. Pembiasaan membaca dan menulis  harus dimulai dari ranah keluarga. Orang tua harus menjadi teladan membaca bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, orang tua harus menjadi contoh membaca di rumah dan mengajak anak-anaknya bersama. Di Indonesia saat ini, budaya membaca dan menulis masih sangat kurang. Lebih banyak anak-anak dan orang tua menonton sinetron TV dan bermain game.

Membangun komitemen bersama. Orang tua harus mengajak anak-anaknya membangun komitmen bersama untuk membiasakan membaca dan menulis pada jam-jam tertentu di rumah secara bersama-sama. Misalnya sehabis maghrib, anak-anak diajak membaca berbagai buku bacaan agama, sosial, fiksi, dan berbagai bacaan yang disenangi. Komitmen membaca harus disepakati oleh keluarga secara bersama. Untuk mengawali budaya baca di rumah, tidak harus lama tetapi konsisten dan terus-menerus dan dimulai dengan komitmen untuk memulai membaca dan menulis bersama.

Konsisten membaca dan berlanjut terus. Setelah dibangun komitmen untuk memulai membaca dan menulis bersama serta  dijadwalkan secara rutin, diperlukan konsistensi dan keberlanjutan. Artinya, diperlukan upaya keberlanjutan membaca dan menulis dimulai dengan topik-topik tertentu dengan pembahasan secara bersama di forum keluarga tersebut. Banyak hal yang akan didapatkan dalam forum diskusi keluarga tersebut untuk anak-anak kita, antara lain melatih keterampilan menyimak, berbicara,  membaca, dan menulis secara kritis terhadap topik-topik yang dibaca.

Penyediaan pojok-pojok baca di rumah. Untuk mendukung budaya m,embaca dan menulis di rumah perlu disediakan berbagai bahan bacaan di pojok-pojok baca. Oleh karena itu, berbagai model bahan bacaan, seperti Koran, majalah, karya-karya fiksi, nonfiksi, biografi, dan buku-buku umum lainnya yang mendukung motivasi membaca dan menulis perlu disediakan di pojok-pojok baca keluarga. Upayakan di setiap sudut ruang yang memungkinkan tempat bermain dan duduknya anak-anak dan keluarga sediakan bahan-bahn bacaan.

Praktikan untuk membaca dan menulis secara bertahap. Keterampilan membaca dan menulis harus dipraktikkan dan dilatih secara terus menerus. Oleh karena itu, setelah tumbuh budaya membaca  dan menulis pada ranah keluarga ajaklah anak-anak untuk membiasakan diri menuangkan ide gagasannya secar lisan dan tulis. Penyampaian ide secara lisan akan membantu melatih keterampilan berbicara sedangkan penyampaian secara lisan akan melatih keterampilan menulis. Dengan demikian, pembiasaan budaya membaca dan menulis akan sangat efektif dimulai sejak dini dari ranah keluarga. Dengan demikian, upaya untuk mengintegrasikan membudayakan membaca dan menulis di rumah akan sangat membantu proses belajar mengajar anak di sekolah dan masyrakat. Dengan demikian, keluarga menjadi salah satu pilar pendidikan yang efektif untuk anak-anak kita sebagai calon generasi masa depan bangsa Indonesia.

Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum.
Motivator dan Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNS
Kepala UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret
Ketua Umum Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia
Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/081391423540

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.