PERAN PERPUSTAKAAN DALAM PENINGKATAN PERINGKAT WEBOMETRIC (Revisi)

Oleh : Harmawan

PENDAHULUAN

Hampir semua perguruan tinggi di Indonesia bercita-cita agar dapat menjadi universitas bertaraf internasional (World Class University). Pencanangan universitas di Indonesia menuju universitas bertaraf internasional telah diluncurkan oleh Menteri Pendidikan Nasional. Dalam pencanangan tersebut dinyatakan bahwa pemerintah akan mendorong 50 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang telah diseleksi menuju universitas bertaraf internasional. Dorongan tersebut sangat berpengaruh terhadap kebijakan para pimpinan perguruan tinggi untuk mewujudkannya. Agar cita-cita menjadi universitas bertaraf internasional dapat terwujud tentunya harus mendapat dukungan dari semua pihak termasuk perpustakaan.

Beberapa perguruan tinggi di Indonesia yang sudah masuk dalam 200 besar di Asia versi The Times Higher Education Supplement adalah UI peringkat 50, UGM peringkat 63, ITB peringkat 80, IPB peringkat 119, UNAIR peringkat 130, UNDIP dan UNS Solo mempunyai peringkat sama yaitu 171, dan UB (Universitas Brawijaya) peringkat 191. (http://www.topuniversities.com/worlduniversityrankings/asianuniversityrankings/asian_university_rankings_top_200_universities). Persoalannya adalah adakah peran perpustakaan dalam penentuan peringkat tersebut ? Sangat sulit mengukurnya, karena kriterianya tidak ada yang berhubungan secara langsung terhadap aktivitas perpustakaan. Lain halnya dengan pengukuran yang dilakukan melalui Webometric. Perpustakaan dapat berperan aktif dalam menentukan peringkat. Oleh karena itu, dalam makalah ini penulis mencoba menguraikan peran perpustakaan dalam meningkatkan peringkat Webometric.

APA ITU WEBOMETRIC ?

Salah satu perangkat untuk mengukur kemajuan perguruan tinggi melalui Website adalah Webometric. Sebagai alat ukur (Webomatric) sudah mendapat pengakuan dunia termasuk di Indonesia (sekalipun masih ada yang meragukan tingkat validitasnya). Peringkat Webometric pertama kali diluncurkan pada tahun 2004 oleh Laboratorium Cybermetric milik The Consejo Superior de Investigaciones Cientificas (CSIC). CSIC merupakan lembaga penelitian terbesar di Spanyol. Secara periodik peringkat Webometric akan diterbitkan setiap 6 bulan sekali pada bulan Januari dan Juli. Peringkat ini mencakup lebih dari 16.000 lembaga pendidikan tinggi di seluruh dunia yang terdaftar dalam direktori. Peringkat perguruan tinggi versi Webometric dapat dengan mudah dilihat atau diakses melalui Internet dengan alamat : http://www.webometrics.info/top4000.asp

Adapun peringkat perguruan tinggi di Indonesia versi Webometric dapat di lihat dalam tabel berikut :

Tabel 1.

Peringkat Perguruan Tinggi di Indonesia versi Webometri

Juli 2008 dan Jan.2009

Indonesia Rank World Rank

University

2008 2009 2008 2009
1 1 819 623 Gadjah Mada University
2 2 826 676 Institute of Technology Bandung
3 3 1291 906 Universitas Indonesia
4 1652 University of Indonesia
5 20 2035 3347 Indonesia University of Education (Note 45)
6 7 2267 2013 Petra Christian University
7 8 2476 2063 Bogor Agriculture University
8 6 2477 1960 Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
9 9 2543 2152 Brawijaya University
10 4 2624 1604 Gunadarma University
11 5 2844 1762 Institut Teknologi Sepuluh Nopember
12 16 2863 3198 Hasanuddin University
13 11 3040 2672 Airlangga University
14 14 3489 3026 Bina Nusantara University
15 17 3777 3254 Universitas Sumatera Utara
16 15 3857 3138 Diponegoro University
17 22 4881 3491 Lampung University
18 12 4110 2730 Universitas Padjadjaran
19 13 4333 3016 Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya
20 19 4404 3338 Budi Luhur University
21 24 4425 3821 Universitas Islam Indonesia
22 23 4443 3669 Duta Wacana Christian University
23 10 4681 2159 Sebelas Maret University
24 28 4819 4394 Parahyangan Catholic University
18 3310 Yogyakarta State University
21 3467 Sanata Dharma University
25 3950 Universitas Udayana
26 3983 Maranatha Christian University
27 4160 University of Riau
29 4430 Universitas Mercubuana
30 4572 Universitas Jendral Soedirman
31 4623 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
32 4780 Jember University
33 4800 Semarang State University

Dari Tabel di atas dapat dilihat bahwa di Indonesia ada 10 pendatang baru dari 5000 Top World Universities versi Webometric Januari 2009 yaitu UNY, USD Yogyakarta, Universitas Udayana, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Riau, Universitas Mercubuana, UNSOED, Univeritas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Jember , dan Universitas Negeri Semarang. Semoga pada bulan Juli 2009 tambah banyak lagi Universitas yang masuk peringkat.

Pada umumnya peringkat universitas di Indonesia meningkat kecuali UPI Bandung yang semula peringkat 5 pada Juli 2008 menjadi 20 pada Januari 2009. Peningkatan yang cukup tinggi dialami oleh UNS Solo yang semula peringkat 23 menjadi peringkat 10 untuk Indonesia dan dari 4681 menjadi 2159 untuk peringkat dunia.

Dari data di atas juga terlihat bahwa peringkat 1, 2, dan 3 masih diduduki oleh Universitas top di Indonesia yaitu UGM, ITB, dan UI. Hal ini ternyata ada korelasinya dengan sistem peringkatan The Times Higher Education Supplement dimana urutannya adalah UI, UGM, dan ITB.

KRITERIA WEBOMETRIC

Pengukuran Webometric memang hanya menekankan pada publikasi secara elektronik melalui Website baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Adapun kriteria yang digunakan untuk mengukur peringkat Webometric adalah Size, Visibility, Rich file, Scholar. Penjabarannya adalah sebagai berikut :

  • Size (S). Jumlah halaman yang terindek oleh empat search engine utama yaitu : Google, Yahoo, Live Search dan Exalead. (20 %)
  • Visibility (V). Jumlah keseluruhan unique external links (inlinks) yang terdeteksi oleh Yahoo Search, Live Search and Exalead. (50 %)
  • Rich Files (R). Dari sekian banyak file yang terdeteksi maka dipilah file yang memiliki tingkat relevansi terhadap aktivitas akademik dan publikasi ilmiah, dalam bentuk file : Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps), Microsoft Word (.doc) and Microsoft Powerpoint (.ppt). (15 % )
  • Scholar (Sc). Secara khusus Google Scholar akan memberikan jumlah paper dan sitasi dari setiap domain akademik. Data Scholar diambil dari Google Scholar yang menyajikan tulisan-tulisan ilmiah, laporan-laporan, dan tulisan akademis lainnya. (15%)

Apabila perguruan tinggi ingin mendapatkan peringkat yang lebih tinggi, maka dalam pengelolaan Websitenya harus memperhatikan 4 unsur di atas. Semakin banyak unsur tersebut terpenuhi akan semakin tinggi potensi untuk memperbaiki peringkatnya dan potensi sebuah perguruan tinggi untuk masuk dalam “World Class University” akan semakin terbuka.

PENGUKURAN AKSES WEBSITE

Disamping Webometric ada alat ukur lain untuk mengetahui tingkat kemajuan Website terutama dari aspek seberapa banyak jumlah yang mengakses website kita. Hal ini dapat dilihat melalui alamat : www,alexa,com. Dari alexa.com dapat diketahui “tren” jumlah yang akses terhadap suatu Website. Grafik berikut ini menggambarkan kecenderungan jumlah pengakses Website brawijaya,ac,id ; uns,ac.id dan uny.ac.id, its.ac.id, dan undip.ac.id :

Grafik 1

-15,218

Dari grafik di atas nampak bahwa posisi uns.ac.id beberapa minggu sebelum 25 Mei 2009 sudah di atas brawijaya.ac.id, namun setelah itu ada tren penurunan.

Disamping itu dari “alexa” juga dapat diketahui seberapa jauh kontribusi Website dari masing-masing unit dan lembaga terhadap universitasnya. Contoh berikut adalah detail dari prosentase kontribusi dari masing-masing unit/lembaga pada domain uns.ac.id dan brawijaya.ac.id:Percent of global pageviews on uns.ac.id:

Where people go on uns.ac.id:

  • 38.3% staff.uns.ac.id
  • 21.2% spmb.uns.ac.id
  • 9.3% uns.ac.id
  • 8.8% fkip.uns.ac.id
  • 5.2% pertanian.uns.ac.id
  • 5.2% pustaka.uns.ac.id
  • 3.6% sat.uns.ac.id
  • 2.1% perpustakaan.uns.ac.id
  • 2.1% uptp2b.uns.ac.id
  • 1.0% elearning.uns.ac.id
  • 1.0% fp.uns.ac.id
  • 0.5% mail.uns.ac.id
  • 0.5% fe.uns.ac.id
  • 0.5% hukum.uns.ac.id
  • 0.5% sipil.uns.ac.id

Where people go on brawijaya.ac.id:

  • 49.2% brawijaya.ac.id
  • 11.6% forum.brawijaya.ac.id
  • 11.6% inherent.brawijaya.ac.id
  • 8.9% tp.brawijaya.ac.id
  • 5.3% elektro.brawijaya.ac.id
  • 3.6% prasetya.brawijaya.ac.id
  • 1.8% fp.brawijaya.ac.id
  • 1.8% spmub.brawijaya.ac.id
  • 0.9% elka.brawijaya.ac.id
  • 0.9% fapet.brawijaya.ac.id
  • 0.9% jurpwkub.brawijaya.ac.id
  • 0.9% mail.brawijaya.ac.id
  • 0.9% publik.brawijaya.ac.id
  • 0.9% sipil.brawijaya.ac.id
  • 0.9% teknik.brawijaya.ac.id

Ada dua alamat yang berkaitan dengan situs UPT Perpustakaan UNS yaitu pustaka.uns.ac.id dan perpustakaan.uns.ac.id masing menyumbang 5,2 % dan 2,1 %, Jadi UPT Perpustakaan hanya menyumbang 7,3 % . Potensi UPT Perpustakaan UNS sebetulnya sangat besar, namun karena keterbatasan tenaga TI nya, maka potensi tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Perlu diketahui bahwa sumbangan terbesar Webometric UNS adalah dari staff.uns.ac.id yaitu 38,3 %. Adapun isinya merupakan blog sivitas akademika UNS. Berdasarkan tupoksinya (menyimpan dan menyebarluaskan hasil karya sivitas akademika) seharusnya yang menggarap blog tersebut adalah UPT Perpustakaan, namun karena alasan keterbatasan tenaga TI baik secara kualitas dan kuantitas, maka hal tersebut dilakukan oleh UPT Puskom..

Sedangkan untuk situs brawijaya.ac.id tidak nampak secara jelas berapa sumbangan UPT Perpustakaan terhadap websitenya.

BAGAIMANA AGAR PERPUSTAKAAN DAPAT BERPERAN ?

Agar perpustakaan dapat berperan dalam meningkatkan peringkat Webometric, tidak ada jalan lain kecuali harus mengembangkan perpustakaan digital. Pengembangan perpustakaan digital dapat dilakukan melalui pengembangan E-book, E-Journal, E-Grey Literature, E-Local Content , Blog dan website

1. Pengembangan E-Book

Pengembangan koleksi e-book dapat dilakukan dengan pembelian e-buku dan/atau pengembangan buku hasil karya dari civitas akademika. Kalau kita mengembangkan koleksi e-book dari pembelian, penulis tidak yakin bahwa hal itu akan berpengaruh secara langsung terhadap peringkat Webometric. Namun apabila pengembangan e-book berasal dari hasil karya civitas akademika akan sangat berpengaruh terhadap peringkat Webometric. Modul kuliah

2. Pengembangan E-Journal

Sama halnya dengan e-book, pengembangan e-journal berlangganan tidak mempunyai pengaruh langsung terhadap Webometric. Namun pengembangan e-journal milik universitas akan dapat meningkatkan unsur – unsur dalam kriteria Webometric.

3. Pengembangan E-Grey Literature.

Grey literature atau literatur kelabu adalah koleksi yang tidak diterbitkan secara luas. Yang termasuk koleksi ini adalah skripsi, tesis, disertasi dan laporan penelitian. Apabila perpustakaan perguruan tinggi sudah medigitalkan koleksi tersebut, potensi untuk meningkatkan peringkat Webometric sangat besar.

4. Pengembangan E-Local Content

Sama halnya e-grey literature, e-local content sangat pontensial untuk meningkatkan peringkat Webometric. Laporan-laporan dari seluruh unit di lingkungan universitas dapat didigitalkan sehingga hal tersebut dapat diakses melalui internet .

5. Blog dan Website

E-book, e-journal, e-grey literature adalah hal-hal sifatnya sangat ilmiah sehingga cara penulisannya juga harus memenuhi kaidah ilmiah. Lain halnya dengan blog atau website, sistem penulisannya sangat bebas. Apapun hasil gagasan atau pemikiran dapat dituangkan dalam blog atau website. Apabila perpustakaan dapat mefasilitasi hal tersebut, maka peran perpustakaan dalam meningkatkan webometric akan semakin tinggi.

PERAN PUSTAKAWAN

Pengembangan perpustakaan digital tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya pustakawan yang handal dan tidak “gaptek”. Untuk itu upaya-upaya pengembangan pustakawan agar “melek” teknologi harus terus menerus dilakukan. Pola pikir tradisional harus kita tinggalkan menuju pola pikir terbuka dan mengikuti perkembangan teknologi. Kegiatan pustakawan tidak cukup hanya melakukan katalogisasi, klasifikasi, layanan sirkulasi, dan layanan referensi secara manual, tetapi harus lebih dari itu. Pustakawan harus mampu melakukan penelusuran informasi, pengembangan koleksi, pengolahan koleksi dan penyebarluasan informasi secara elektronik.Pendek kata pustakawan yang diperlukan dalam era ini adalah pustakawan yang “melek” teknologi bukan pustakawan yang “gaptek”.

PENUTUP

Munculnya peringkat yang di buat oleh suatu lembaga akan dapat memotivasi kita untuk bekerja lebih giat lagi. Lebih – lebih kalau dalam unsur penilaiannya berhubungan langsung dengan suatu kegiatan yang kita lakukan, maka akan dapat menambah semangat lagi. Adanya Webometric jelas akan memotivasi para pustakawan untuk mengikutinya dan tidak dapat dihindari mereka harus meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, keahliannya dalam bidang teknologi dan informasi. Pengembangan perpustakaan digital adalah salah satu cara yang harus ditempuh agar perpustakaan dapat berperan aktif dalam menyumbangkan peringkat perguruan tingginya. Apabila peringkat Webometric perguruan tinggi kita baik, akan mempunyai dampak yang positif terhadap perguruan tinggi kita dan pada gilirannya akan menambah kepercayaan masyarakat. Ujungnya adalah mutu perguruan tinggi kita akan diakui masyarakat. Perguruan Tinggi yang bermutu tidak akan pernah kekurangan mahasiswa.

DAFTAR PUSTAKA

  1. http://www.antara.co.id/arc/2007/9/4/50-universitas-disiapkan-jadi-world-class-university/ ( 2 September 2008)
  2. http://www.webometrics.info/top4000.asp (2 September 2008)
  3. http://prayudi.wordpress.com/2008/07/27/site-rank-by-alexa-untuk-pt-hasil-webometric-juli-2008/
  4. http://tomi.blogdetik.com/2008/08/08/apa-itu-webometric/
  5. http://tomi.blogdetik.com/2008/08/11/apa-itu-webometric-2/
  6. http://www.webometrics.info/rank_by_country.asp?country=id ( 2 Juni 2009)
1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.