UNS IO Internship at National Central University, Taiwan

Latar Belakang

Global Talent 2019 merupakan salah satu program kerja tahunan dari International Office (IO) Universitas Sebelas Maret. Tahun 2019 merupakan tahun kedua dilaksanakannya program Global Talent IO UNS. Pada tahun ini staf UPT Perpustakaan yaitu Tri Hardian Satiawardana bersama dengan Kusuma Wardana dari Museum UNS diberangkatkan ke National Central University (NCU) di Taoyuan City, Taiwan. Selain staf yang diberangkatkan ke Taiwan, IO UNS juga mengirimkan staf FEB UNS yaitu Lucida Rectavia dan Wuji Anggraini dari UPT Bahasa ke Kasetsart University di Bangkok, Thailand. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan ketrampilan komunikasi dan pemecahan masalah bagi tenaga kependidikan UNS, memberikan tenaga kependidikan UNS kesempatan untuk mempelajari dan menyediakan dukungan administratif bagi sivitas akademika UNS serta menyediakan kesempatan bagi tenaga kependidikan UNS untuk mengembangkan kompetensi di berbagai bidang administrasi.

Berikut ini merupakan laporan kegiatan dari staf UPT Perpustakaan dan Museum UNS yang diberangkatkan ke NCU, Taiwan.

Daftar Isi:

  1. Kegiatan di Perpustakaan NCU dan NTHU (24 dan 28 Oktober 2019)
  2. Kegiatan di National Palace Museum dan Chiang Kai-Shek Memorial Hall (25 Oktober 2019)
  3. Kegiatan di Art Center, IdeaNCU, School History Museum, Kunqu Opera Museum (22 dan 23 Oktober 2019)
  4. Kegiatan di Office of International Affairs NCU (30 Oktober 2019)


Kegiatan di Perpustakaan NCU dan NTHU

Perpustakaan NCU, 24 Oktober 2019

  • Main Library

(Bersama Kepala Seksi dan Staf Perpustakaan NCU)

Perpustakaan NCU terdiri dari 3 perpustakaan yaitu perpustakaan pusat (Main Library, didirikan tahun 1994), perpustakaan Zhong Zheng (perpustakaan audio-visual yang terletak di perpustakaan lama, didirikan tahun 1971) dan perpustakaan Kwoh-Ting (didirikan tahun 2000). Perpustakaan pusat memiliki luas 13.200 meter persegi dan memiliki 27 orang staf. Perpustakaan Zhong Zheng memiliki luas 1300 meter persegi, buka 24 jam selama 7 hari serta memiliki ruangan untuk belajar bahasa Inggris secara mandiri yang didirikan bekerjasama dengan jurusan bahasa Inggris.

Perpustakaan NCU memiliki sekitar 750.000 eksemplar buku, 658.000 ebook, melanggan 417 database, 1235 jurnal tercetak, 61.000 koleksi audio visual serta melanggan 56.700 ejournal. Untuk memperkaya koleksi digital, NCU bergabung dalam konsorsium yaitu Concert, UST consortium purchasing, serta TAEBDC ebook consortia. Mereka mengelola koleksi mereka baik yang tercetak maupun digital ke dalam beragam sistem yaitu SFX ejournal search, Primo discovery tool (dari Ex Libris) serta melanggan Ezproxy dan menggunakan VPN untuk koneksi database dari luar kampus. Mereka juga mengelola tugas akhir mahasiswa S1, S2, S3 ke dalam aplikasi ETD. Kebijakan mereka dalam mengunggah full text tugas akhir relatif sama dengan di UNS. Mereka lebih menganjurkan mahasiswa untuk mengumpulkan tugas akhir mereka dalam bentuk digital karena mereka kekurangan tempat untuk menyimpan tugas akhir tercetak. Dalam kasus tugas akhir mahasiswa hendak disubmit ke jurnal, mengandung hak paten dan seterusnya, mereka bisa meminta perpustakaan untuk tidak mengunggah full text tugas akhir mereka. Mereka bahkan bisa meminta untuk menunda publikasi tugas akhir mereka hingga berapa tahun sesuai keinginan mereka. Mahasiswa yang sudah menyelesaikan tugas akhir juga mengisi formulir kesediaan/ketidaksediaan mereka untuk mengunggah full text karya mereka dengan persetujuan pembimbing.

NCU merupakan salah satu dari 4 universitas di Taiwan yang tergabung dalam University System of Taiwan (UST). Universitas yang tergabung dalam NCU bisa saling berbagi resources mulai dari kuliah di kampus lain sesama UST, memiliki layanan bus gratis yang berkeliling ke 4 universitas tersebut, hingga saling meminjam koleksi buku perpustakaan. Sesama perpustakaan UST juga memiliki fasilitas inter-library loan dimana mahasiswa bisa meminta untuk meminjam buku di perpustakaan lain yang akan dikirimkan pada hari itu juga melalui bus gratis UST (mahasiswa tidak perlu membayar untuk mendapatkan layanan ini). Fasilitas inter-library loan juga memiliki layanan berbayar jika mahasiswa perlu untuk mengcopy bagian dari buku atau jurnal (layanan ini diberi nama NDDS), serta international academic share yang ditangani oleh sistem bernama Rapid. Dalam setahun, perpustakaan NCU meminjam 4174 koleksi dari perpustakaan lain serta meminjamkan ke perpustakaan lain sejumlah 3676 kali.

Selain kegiatan rutin, perpustakaan juga menyelenggarakan berbagai even seperti reading contest, art exhibition serta menyelenggarakan orientasi bagi mahasiswa baru. Di lobby perpustakaan NCU, secara berkala, berbagai jurusan di NCU khususnya yang berkaitan dengan sastra, menyelenggarakan pameran buku yang terkait dengan jurusan mereka. Buku yang dipamerkan bukan merupakan koleksi dari perpustakaan (koleksi dari jurusan) namun bisa dipinjam oleh mahasiswa dalam waktu maksimal 21 hari. Di lobby mereka, para profesor di NCU juga diberikan ruang untuk merekomendasikan buku-buku yang sebaiknya dibaca oleh mahasiswa. Namun buku dari para profesor ini hanya bisa dibaca di tempat.

Perpustakaan pusat juga menyediakan ruangan-ruangan kecil dengan daya tampung sekitar 4 orang dimana mahasiswa bisa melakukan diskusi. Ruangan ini harus dipesan terlebih dahulu secara online melalui web perpustakaan. Relatif sama dengan perpustakaan UNS, ruangan untuk belajar mandiri di perpustakaan NCU jumlahnya tidak terlalu banyak dan terletak di pinggir area koleksi. Bedanya, tempat untuk belajar tersebut sangat sunyi karena merupakan silent area. Pemustaka tidak diperkenankan untuk membuat suara-suara yang bisa mengganggu konsentrasi pemustaka lain.

Perpustakaan NCU memiliki 4 seksi yaitu seksi extension service, circulation, acquisition and cataloging serta information system.

Extension service merupakan seksi yang bertanggung jawab atas pengadaan database, promosi, library tour, peminjaman antar universitas, serta mengadakan kelas bimbingan untuk pemustaka mengakses fasilitas perpustakaan. Circulation and collection service bertugas mengelola sirkulasi, termasuk mencari koleksi yang dipesan mahasiswa NCU dan mahasiswa universitas lain dalam konsorsium UST, serta manajemen ruangan. Acquisition and cataloging bertanggung jawab mengelola metadata koleksi baik tercetak maupun elektronik, pembelian jurnal berbahasa asing, ebook, statistik serta mengelola koleksi periodicals. Sedangkan seksi information system selain mengelola aplikasi teknologi informasi, mengelola server, juga bertugas memonitor peralatan seperti AC dan kelistrikan.

Dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, perpustakaan NCU juga dibantu oleh mahasiswa magang khususnya di bagian sirkulasi dan katalogisasi.

  • Zhong Zheng Library

Zhong Zheng library menyediakan koleksi audio visual diantaranya kaset VHS, CD dan DVD yang jumlahnya mencapai 61 ribu koleksi. Tidak hanya koleksi audio visualnya saja, perpustakaan ini juga menyediakan ruangan khusus untuk memutar koleksi tersebut baik secara perorangan maupun dalam kelompok kecil. Dalam setiap satu bilik pemutar koleksi audio visual, sudah terdapat pemutar untuk masing-masing jenis media seperti VHS yang saat ini sudah tidak dijual lagi. Selain itu, juga terdapat 2 ruangan kecil yang mampu menampung 6 orang untuk melihat koleksi audio visual secara berkelompok. Di perpustakaan ini juga terdapat ruang pertemuan yang juga bisa diubah menjadi semacam bioskop dan memiliki daya tampung sekitar 40 orang.

Zhong Zheng library juga merupakan perpanjangan tangan dari perpustakaan pusat NCU. Disini terdapat gudang tempat menyimpan jurnal tercetak dan koleksi-koleksi yang sudah tidak dipajang untuk dipinjamkan. Koleksi tersebut dipindahkan dari perpustakaan pusat karena ruangan di perpustakaan pusat sudah sangat terbatas dan tidak mampu menampung koleksi lebih banyak. Luas gudang tempat penyimpanan ini setara luas lapangan bola basket.

Perpustakaan NTHU, 28 Oktober 2019

(Ruang belajar)

(Ruang koleksi audio visual)

(Bilik untuk memutar koleksi audio visual)

(Tempat pengambilan dan pengembalian mandiri buku yang telah dipesan)

(Ruang koleksi dan ruang belajar)

 

Pada tanggal ini tidak ada agenda resmi dari OIA NCU sehingga kami menuju ke NTHU di kota Hsinchu yang berjarak sekitar 1 jam dari kota Zhongli dengan bus. NTHU merupakan salah satu kampus terbaik di Taiwan dan perpustakaannya lebih modern dibandingkan dengan NCU. Meskipun sudah diusahakan oleh perpustakaan NCU agar kami mendapatkan library tour ke NTHU, namun hal tersebut tidak bisa kami lakukan. Prosedur perpustakaan NTHU mengharuskan tamu membuat permohonan kunjungan paling lambat 2 minggu sebelumnya dan peserta tour minimal 10 orang. Dengan demikian kami mengunjungi perpustakaan NTHU sebagai pengunjung biasa.

Sama dengan perpustakaan NCU, lobby perpustakaan NTHU diisi oleh pameran dengan tema yang berganti-ganti setiap bulan. Di bagian lobby terdapat bagian informasi, meeting point, book drop, mesin peminjaman otomatis, information retrieval (OPAC), smart bookshelves (pengambilan mandiri pesanan buku) serta sirkulasi untuk pengurusan kelulusan. Di lantai 2 merupakan tempat penyimpanan koleksi berkala, tesis, 2 buah laboratorium komputer, area diskusi dan membaca serta ruangan pameran mengenai sejarah universitas. Lantai 3 merupakan tempat koleksi audio visual, language learning, studio presentasi, ruang diskusi, serta tempat untuk relaksasi dan mencari inspirasi. Di lantai 3 juga terdapat tempat sholat.

Selanjutnya lantai 4, 5 dan 6 secara desain ruangan hampir serupa yaitu terdiri atas rak koleksi, information retrieval (OPAC) dan ruang baca dan belajar. Lantai 4 dan 5 berisi koleksi berbahasa Cina sedangkan lantai 6 berbahasa asing. Pada masing-masing lantai tersebut selain terdapat ruang diskusi, juga terdapat tempat untuk belajar individual, ruang baca (reading room) serta ruang baca dengan ketenangan total (quiet reading room). Meskipun reading room dan quiet reading room dibedakan, namun pada setiap lantai suasananya selalu tenang dan tidak berisik. Di lantai 4 juga terdapat Mini Library, yaitu ruangan seluas lapangan bola basket yang digunakan untuk menampilkan perwakilan koleksi dari masing-masing fakultas/college. Di sini, jumlah koleksi yang ditampilkan tidak banyak. Satu fakultas hanya menampilkan sekitar 100-200 eksemplar buku.

Di perpustakaan NTHU -sebagaimana di Perpustakaan NCU- tidak terdapat loker tempat penitipan tas.


Kegiatan di National Palace Museum dan Chiang Kai-Shek Memorial Hall

National Palace Museum, 25 Oktober 2019

National Palace Museum (NPM) merupakan museum terbesar sekaligus terbaik di Taiwan. Dalam museum yang terdiri dari 3 lantai ini terdapat sekitar 700 ribu koleksi mengenai sejarah Cina yang membuatnya menjadi museum terbesar di dunia dalam bidang ini. Koleksi mereka meliputi zaman sepanjang sekitar 10 ribu tahun dari zaman Neolitikum hingga dinasti terakhir Kekaisaran Cina pada abad ke-20. NPM memiliki akar sejarah yang sama dengan Palace Museum yang terletak di Forbidden City, Cina daratan.

Dengan membayar NTD 350 (sekitar Rp. 175.000) pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru dalam mengunjungi sebuah museum. Setiap pengunjung akan mendapatkan headset dan alat sebesar smartphone yang berisi informasi mengenai koleksi-koleksi tertentu dalam berbagai bahasa termasuk Bahasa Indonesia.

Chiang Kai-Shek Memorial, 25 Oktober 2019

Chiang Kai-Shek Memorial Hall (CKSMH) merupakan taman untuk memperingati pendiri Republik Cina (Taiwan) yaitu Chiang Kai-Shek. Kunjungan ke CKSM bukan merupakan agenda resmi dari OIA NCU. Kunjungan ke CKSMH merupakan inisiatif dari kami karena masih ada waktu yang cukup setelah kunjungan ke NPM. Pengunjung tidak perlu membayar untuk memasuki monumen ini.


Kegiatan di Art Center, IdeaNCU, School History Museum, Kunqu Opera Museum

Art Center, 22 Oktober 2019

(Bersama Direktur dan kurator seni Art Center)

Art Center didirikan pada tahun 1996 yang bertujuan untuk menyeimbangkan antara teknologi dan seni. NCU dikenal sebagai perguruan tinggi yang maju di bidang teknologi dan sains namun pada saat itu mereka belum memiliki fasilitas seni. Art Center dikepalai oleh Wen-Yih Chen, Ph.D. seorang dosen NCU di bidang Teknik Kimia, sebagai Direktur. Art Center memiliki 3 orang kurator yang bertugas menyeleksi dan mengorganisasi penyelenggaraan pertunjukan seni di NCU. Selain 3 staf tersebut, mereka juga memiliki beberapa staf yang khusus mengelola pemeliharaan dan teknis pada saat diselenggarakannya pementasan di Art Center.

Art Center memiliki 3 lokasi yaitu di lantai 1 gedung eks perpustakaan pusat NCU sebagai lokasi pameran seni, NCU 107 Cinema sebagai tempat pemutaran film hasil karya mahasiswa NCU serta Black Box Theater untuk pementasan performing art. Selain memfasilitasi mahasiswa, Art Center juga memfasilitasi komunitas seniman di sekitar kota Taoyuan untuk mengadakan pertunjukan di sana.

Selain bertanggung jawab pada pementasan, Art Center juga diberi tanggung jawab untuk mendesain instalasi seni di seluruh area NCU. Menurut Wen-Yih Chen, pemerintah Taiwan mewajibkan setiap pembangunan konstruksi bangunan untuk mengalokasikan 1% dari anggarannya untuk membuat instalasi seni. Dengan demikian, 1% anggaran dari setiap pembangunan gedung di NCU digunakan untuk membuat dan memperbaiki instalasi seni di area NCU.

Art Center juga dimintai konsultasi setiap kali ada pembangunan gedung baru di NCU. Setiap warna bangunan di NCU dikonsultasikan terlebih dahulu kepada Art Center supaya bisa diselaraskan dengan filosofi NCU sebagai salah satu bangunan bersejarah di Taiwan.

IdeaNCU, 22 Oktober 2019

(Di tempat workshop IdeaGarage yang merupakan cikal bakal IdeaNCU)

IdeaNCU merupakan terobosan baru dalam metode pengajaran dan pengelolaan kelas di NCU. IdeaNCU diinisiasi oleh Jack Lai, dosen di NCU pada tahun 2014 yang ingin merubah suasana konvensional tatap muka di kelas menjadi kelas yang lebih interaktif. Pada awalnya, Jack Lai mendesain ruangan kelasnya menyerupai sebuah bengkel yang dilengkapi dengan berbagai peralatan mulai dari mesin ukir laser, printer 3D, dll. Jack Lai menginginkan mahasiswanya melakukan perubahan sosial dengan cara mengemas aneka produk dari masyarakat sekitar menjadi lebih bernilai secara ekonomis. Salah satu contoh keberhasilannya adalah salah satu mahasiswanya yang membuat website untuk menjual produk buah peach dari penduduk lokal Aborigin yang juga banyak tinggal di Taiwan. Contoh lain adalah edukasi pada petani-petani muda untuk mengemas dan memasarkan produk mereka sehingga bernilai jual lebih tinggi.

Terkait hubungan dengan perpustakaan, salah satu mahasiswa Jack Lai yang mendapatkan tugas untuk mempelajari suku Aborigin Taiwan, pada awalnya menghubungi perpustakaan untuk mendapatkan informasi terkait suku Aborigin. Pustakawan NCU kemudian bertindak sebagai konsultas sekaligus pembimbing tugas mahasiswa tersebut. Berbekal informasi dari pustakawan NCU, mahasiswa tersebut berhasil mengidentifikasi masalah yang ada pada penjualan buah peach petani Aborigin. Dengan dibuatkan website, penjualan buah peach tersebut semakin meningkat.

Berbekal pengalaman tersebut, NCU kemudian mengadopsi konsep Jack Lai untuk mengembangkan IdeaNCU dalam berbagai fasilitas belajar seperti IdeaGarden, yaitu tempat dimana mahasiswa dan petani bisa memasarkan produk mereka; IdeaGlovage yaitu tempat dimana mahasiswa yang ingin belajar bahasa Cina secara interaktif bisa saling bertemu dan bercakap-cakap; IdeaSpace; IdeaGarage; IdeaSky dan lain-lain.

Hingga tahun 2019 ini, sudah terdapat 28 kelas yang mengadopsi konsep IdeaNCU. Yang paling baru yaitu IdeaSky yaitu sebuah kelas bagi mahasiswa pascasarjana di bidang cuaca dan iklim yang didesain sedemikian rupa menyerupai sebuah laboratorium cuaca sehingga bisa menginspirasi mahasiswa untuk lebih nyaman dalam pembelajaran. Hingga saat kunjungan kami tadi, IdeaSky masih dalam proses pengecatan dan dekorasi.

School History Museum, 23 Oktober 2019

(Menerima penjelasan mengenai sejarah NCU dari staf museum NCU)

NCU School History Museum pada dasarnya serupa dengan Museum UNS. Di sana disajikan aneka ragam informasi terkait sejarah NCU yang awalnya (pada akhir abad ke-19) merupakan salah satu kampus di Cina daratan (mainland) dan kemudian dipindahkan ke Taiwan pada tahun 1915 (lokasi pertama) dan kemudian dipindahkan ke lokasi saat ini pada tahun 1962.

Selain sejarah NCU, di Museum NCU juga disajikan berbagai informasi mengenai alumni NCU yang berpengaruh, termasuk alumni NCU yang menjadi ilmuwan terkenal sekaligus beserta dokumentasi karya ilmiah yang pernah mereka publikasikan. Museum NCU juga memberikan informasi mengenai riset-riset apa saja yang sedang mereka kerjakan. NCU sangat terkenal di Taiwan sebagai pusat pendidikan dan penelitian di bidang astronomi, iklim dan ilmu ruang angkasa. Selain bidang tersebut, NCU juga berfokus pada penelitian di bidang applied informatics and creative content, penelitian teknologi plasma, optik dan optoelektronik serta atmosfer dan ilmu lingkungan.

Museum NCU mendapatkan berbagai koleksinya dengan cara dikumpulkan oleh kurator museum. Museum NCU tidak menampilkan koleksi yang asli namun hanya menyajikan infografis yang merupakan hasil olahan dari beragam data sejarah NCU serta menyajikan koleksi yang telah diduplikasikan. Koleksi asli dari museum, khususnya berupa naskah kuno dan berharga, disimpan pada tempat tersendiri dan dilakukan perawatan secara berkala untuk mencegah kerusakan.

Kunqu Opera Museum, 23 Oktober 2019

(Bersama pengelola Kunqu Opera Museum)

Kunqu Opera adalah salah satu karya opera khas Cina yang diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia “Oral and Intangible Heritage of Humanity” pada tahun 2001. Kunqu Opera adalah drama menggunakan kostum yang khas dan mulai dipentaskan sekitar abad ke-16 di Cina daratan. Opera Kunqu mendapatkan julukan sebagai “The mother of 100 Chinese opera” dan mencapai popularitasnya di Cina daratan pada abad ke-18 dan 19. Seiring dinamika politik di Cina dan berakhirnya kekuasaan Dinasti Qing pada tahun 1912, opera ini mulai berkurang popularitasnya. Hingga akhirnya pada awal tahun 1990an, opera ini “ditemukan kembali” oleh Prof. Dr. Hong Weizhu, pengajar NCU yang juga bertindak sebagai kurator koleksi yang berkaitan dengan opera ini.

Museum Kunqu Opera terletak di Gedung Liberal Arts II. Berbagai koleksi pada museum ini relatif mudah didapatkan karena pada saat itu penduduk Cina daratan relatif kurang peduli dengan opera Kunqu. Beragam buku, kostum dan perlengkapan pertunjukan bisa didapatkan dengan harga murah dan bahkan kadang diberikan secara gratis sebagai hadiah. Koleksi paling berharga dari museum ini adalah 2 buah kostum yang pernah digunakan aktor opera Kunqu yang sangat terkenal. Sedikit berbeda dengan NCU School History Museum, koleksi yang dipajang di Museum Opera Kunqu adalah koleksi asli sekalipun berasal dari ratusan tahun yang lalu. Koleksi tersebut diletakkan pada ruang pajang yang temperatur dijaga dengan ketat. Namun demikian, tidak semua koleksi dipajang. Koleksi yang tidak dipajang diletakkan di ruangan yang berbeda. Sejak didirikan dan diresmikan pada tahun 2017, Museum Opera Kunqu secara rutin menyelenggarakan pameran dengan tema-tema tertentu setiap beberapa bulan sekali. Terdiri dari satu ruangan besar berukuran sekitar 20 x 20 m, bagian pinggir dari museum ini diisi informasi umum mengenai Opera Kunqu dan bagian tengah museum berisi koleksi-koleksi yang dipajang sesuai dengan tema pameran. Total koleksi Musem Opera Kunqu berupa 20 set kostum, 20 lukisan dan kaligrafi, 300 partitur musik opera, 500 buku dan lebih dari 100 perlengkapan pertunjukan seperti instrumen musik, mantel, model panggung dan beragam relik.

Museum Opera Kunqu saat ini menjadi tempat kunjungan yang sangat populer bagi remaja usia sekolah di sekitar kota Taoyuan. Museum juga melakukan kegiatan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk memperkenalkan Opera Kunqu pada generasi muda. Museum ini juga mengadopsi teknologi Augmented Reality (AR) dimana pengunjung bisa menggunakan kostum kemudian berinteraksi dengan komputer untuk memperagakan gerakan-gerakan tarian opera Kunqu.


Kegiatan di Office of International Affairs NCU

Office of International Affairs, 30 Oktober 2019

(Bersama Prof. Hsieh-Lung Hsu, Ph.D., Wakil Rektor bidang Hubungan Internasional NCU dan Ms. Novia Chen, Program Manager OIA NCU)

Pada sesi ini, kami mengunjungi OIA NCU. OIA dibagi ke dalam 3 divisi yaitu Divisi Administrasi Hubungan Internasional, Divisi Kerjasama Internasional dan Rekrutmen Mahasiswa, serta Divisi Mobilisasi dan Pendidikan Global.

Divisi kerjasama internasional dan rekrutmen bertanggung jawab atas proses rekrutmen mahasiswa baru (asing) mulai dari seleksi hingga penerbitan letter of acceptance. Divisi ini juga memantau kerjasama luar negeri yang dilakukan oleh fakultas dan pusat studi di NCU serta menerima tamu dari luar negeri. Divisi administrasi hubungan internasional secara umum bertugas memantau mahasiswa asing yang belajar di NCU mulai dari penyambutan, beasiswa, ijin bekerja, hingga memproses konseling psikologis, asuransi kesehatan, dan lain-lain. Divisi mobilisasi dan pendidikan global bertugas mengelola dana pendidikan dari Kementerian Pendidikan Taiwan, mengelola exchange project, serta mengelola laman media sosial OIA.

Secara umum, mahasiswa asing merasa tertarik untuk belajar di NCU karena 3 hal. Pertama, mereka melihat peringkat NCU yang berdasarkan data terbaru (29 Oktober 2019) merupakan universitas peringkat 3 di Taiwan menurut versi US News dan World Report. Kedua, NCU memiliki fasilitas riset yang maju dan mengikuti perkembangan zaman. Ketiga, kesesuaian penelitian profesor pembimbing mahasiswa dengan topik penelitian mahasiswa.

Hal lain yang menarik adalah mahasiswa Indonesia sejak 3 tahun terakhir merupakan mayoritas di antara negara asing lain, melewati Vietnam. Mahasiswa Indonesia di NCU mencapai sekitar 220 orang sementara Vietnam hanya berkisar 100 orang. Negara lain diantaranya India, Pakistan dan beberapa negara Asia lainnya. Di antara sekitar 1200 mahasiswa asing, sekitar 500 diantaranya pernah mengajukan ijin bekerja, baik bekerja di luar kampus maupun bekerja di laboratorium profesornya. Mahasiswa menerima gaji dari profesornya juga dianggap sebagai pekerja dan karena itu Kementerian Perburuhan di Taiwan juga berkepentingan untuk mendapatkan data mahasiswa pekerja tersebut. Setiap mahasiswa yang tinggal lebih dari 6 bulan juga mendapatkan asuransi kesehatan dan berkewajiban membayar iuran bulanan. Dengan asuransi, biaya mereka ke dokter bisa sangat murah. Pada beberapa kasus, mahasiswa juga bisa dihentikan beasiswanya jika secara akademik mereka tidak bisa menunjukkan nilai yang baik. Beasiswa akan diaktifkan kembali jika mereka bisa menunjukkan nilai yang lebih baik. OAI NCU juga menerima data dari Kementerian Pendidikan Tinggi di Indonesia perihal mahasiswa Indonesia yang telah menerima beasiswa, sehingga double funding atau pembiayaan ganda tidak mungkin terjadi. Hal ini dikarenakan NCU juga memberikan beasiswa bagi mahasiswa mereka.

Pada sore harinya, kami bertemu dengan Prof. Hsieh-Lung Hsu, Ph.D. Vice President for International Affairs (Wakil Rektor bidang Hubungan Internasional) NCU. Secara umum kami bertukar cerita tentang bagaimana perpustakaan dan museum dikelola serta persamaan dan perbedaan budaya antara Indonesia dan Taiwan. Berlangganan database ejournal dan ebook yang harganya semakin mahal juga menjadi ganjalan bagi universitas di Taiwan. Mengenai riset, Prof. Hsu mengatakan bahwa dana riset dikelola sepenuhnya oleh Profesor yang bersangkutan baik untuk membeli peralatan maupun membayar mahasiswa yang melakukan riset di laboratorium. Universitas dan Fakultas mendapatkan presentase total berkisar 25% untuk keperluan sehari-hari seperti listrik dan pembangunan fisik kampus.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.