Workshop Information Literacy

Pengumuman kepada sivitas akademika UNS, dalam rangka optimalisasi pemanfaatkan koleksi di UPT Perpustakaan  dan memberikan bekal ketrampilan kepada sivitas akademika UNS dalam melakukan penelusuran literatur baik koleksi yang ada di dalam perpustakaan maupun di luar perpustakaan, maka UPT Perpustakaan UNS akan mengadakan kegiatan “Workshop Information Literacy”.  Adapun kegiatan ini akan dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal   :   Selasa, 8 September 2015

Pukul               :  09.00-11.30 WIB

Tempat            :  R. Seminar UPT Perpustakaan UNS

Peserta terbatas 40 orang, tidak dikenai biaya atau gratis. Bagi sivitas akademika UNS yang berminat dapat mendaftarkan diri melalui alamat email : pustaka@uns.ac.id. Pendaftaran ditutup apabila kuota telah terpenuhi. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi bagian serial UPT Perpustakaan UNS.

UPT Perpustakaan UNS Hibahkan 6.460 Eksemplar Surat Kabar ke Unit Pemukiman Transmigrasi Wasior, Papua Barat

SOLO – Hari Selasa, 18 Agustus 2015, UPT Perpustakaan UNS Surakarta menerima kedatangan tamu Bapak Richard Supriyadi dari PD El Shaddai Sorong, Propinsi Papua Barat. Tujuan kunjungan ini adalah selain untuk menjalin kerjasama dan silaturahmi, juga mencari informasi terkait dengan pengembangan perpustakaan di UNS. Dalam kesempatan ini juga UPT Perpustakaan UNS menyumbangkan koleksi surat kabar ke Unit Pemukiman Transmigrasi Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Propinsi Papua Barat sebanyak 6.460 eksemplar. Hal ini bertujuan dalam rangka ikut meningkatkan minat baca masyarakat khususnya di daerah tertinggal, karena akses media dan teknologi informasi di daerah tersebut minim dan sulit dijangkau. Pada kesempatan tersebut, diawali dengan paparan situasi dan profil Perpustakaan UNS Surakarta oleh Kepala Subbag TU UPT Perpustakaan UNS Bapak Sugeng Widaryatno, SIP., Koordinator SAT Bapak Daryono, S.Sos., MIP. dan Koordinator Penelusuran Informasi dan Kerjasama Ibu Riah Wiratningsih, SS., MSi.  Penyerahan bantuan hibah koleksi surat kabar tersebut juga dalam rangka untuk mendukung program Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat)

UPT Perpustakaan UNS Luncurkan Program Layanan KLINIK PUSTAKA ILMIAH

Penulis : Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum. (Kepala UPT Perpustakaan)

Klinik pustaka ilmiah ini merupakan tindak lanjut dari hasil identifikasi minimnya pemanfaatan sitasi dan penelusuran jurnal internasional dan buku elektronik yang dilanggan oleh UPT PERPUSTAKAAN Universitas Sebelas Maret oleh mahasiswa S-1, S-2, S-3 yang sedang menulis tugas akhir, dan dosen di lingkungan UNS. Terkait dengan hal tersebut, kami terus berusaha untuk mensosialisasikan kepada dekan, ketua lembaga, ketua pusat studi, dekan, wakil dekan, dan ketua program studi melalui bahan cetak dan elektronik. Terkait dengan hal tersebut, UPT Perpustakaan UNS berusaha memberikan layanan konsultasi dan pendampingan kepada seluruh mahasiswa S-1, S-2, S-3, dan bapak/ibu dosen yang mungkin masih mengalami kesulitan untuk mengakses e-journal dan e-book yang dilanggan UNS.

Program layanan Klinik Pustaka Ilmiah (KPI) dilayani di UPT Perpustakaan di Ruang KPI lantai satu gedung sayap utara. Program layanan ini diluncurkan dalam rangka percepatan dan pemberdayaan semua langganan jurnal dan buku elektronik UPT Perpustakaan UNS untuk seluruh cicitas akademika. Selain itu, program layanan klinik pustaka ilmiah ini diharapkan dapat meningkatkan keinginan dan kebutuhan membaca para mahasiswa dan bapak ibu dosen untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pusat layanan informasi. Dengan pemberdayaan dan pengintegrasiaan layanan klinik pustaka ilmiah ke dalam proses pembelajaran diharapkan dapat mendukung capaian key performance indicator (KPI) UNS, khususnya di bidang akademik dan sistem informasi.

Berbagai upaya untuk mendukung program layanan Klinik Pustaka Ilmiah ini, UPT Perpustakaan sudah menyiapkan para Pustakawan yang akan menjadi pendamping dan konsultan para mahasiswa S-1, S-2, dan S-3 setiap hari Selasa secara berkelompok. Selain hari Selasa, UPT Perpustakaan UNS juga melayani Klinik Pustaka Ilmiah setiap hari, baik di perpustakaan maupun di fakultas atau program studi bapak dan ibu dosen di lingkungan UNS apabila ada permintaan secara kelembagan. Selain itu, Klinik Pustaka Ilmiah UPT Perpustakaan juga siap bekerja sama dengan pihak luar setelah melalui prosedur kerja sama sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UNS. Dengan demikian, upaya untuk mewujudkan visi UPT Perpustakaan UNS sebagai pusat sumber belajar, penelitian, pengabdian, dan layanan informasi dengan prima dan unggul dapat segera tercapai sesuai dengan target yang dicanangkan sesuai dengan renstrategis.

Salam Pustaka:

Menyibak Jendela Dunia untuk Kemajuan Pendidikan Indonesia

UPT Perpustakaan UNS Luncurkan Program Magang Profesi bagi Mahasiswa dan Alumni

Ditulis Oleh : Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum (Kepala UPT Perpustakaan UNS)

UPT Perpustakaan  Universitas Sebelas Maret meluluncurkan program magang profesi (MP) untuk para mahasiswa semester delapan atau alumni UNS yang sudah lulus. Program magang profesi (MP) ini diluncurkan dalam rangka untuk membuka peluang kerja magang profesi bagi mahasiwa tingkat akhir atau alumni yang berminat bekerja di bidang pustakawan. Program magang profesi  Angkatan I diikuti oleh 12 mahasiswa tingkat akhir dan alaumni UNS, angakatan I tanggal 11 Agustus s.d. 11 September 2015. Program magang profesi ini ada yang berjangka satu bulan, tiga bulan, dan program magang yang sampai enam bulan.

Program magang ini diharapkan dapat membantu percepatan dan penyiapan para mahasiswa tingkat akhir dan alumni yang berminat bekerja di bidang pustakawan memiliki kompetensi di bidangnya. Hal ini menindaklanjuti adanya Permendikbud No. 21/2015 mengenai keharusan siswa membaca buku nonpelajaran 15 menit sebelum pelajaran dimulai di sekolah. Dengan adanya permendikbud tersebut, sekolah-sekolah dan madrasah membutuhkan perpustakaan dan pustakawan yang professional dalam mengelola. Oleh karena itu, UPT Perpustakaan UNS berusaha untuk turut serta mendukung keberhasilan pemerintah dan bidang akademik untuk pemerdayaan perpustakaan dan program studi melalui program magang profesi.

Para peserta magang dibekali dengan training dan pendampingan sejak dari  seleksi, indentifikasi, katalogisasi, barcode, pelabelan, layanan sirkulasi,  dengan ditanamkan teknik-tenik layanan prima dan unggul dalam berbagai kinerja secara berkelanjutan. Dalam program magang profesi tersebut dilatih oleh Agus selaku koordinator magang profesi. Program ini diharapkan dapat mendukung percepatan dan membekali para mahasiswa dan alumni UNS untuk menciptakan dan menemukan lapangan pekerjaan di bidang pustakawan.

 Salam Pustaka: Menyibak Jendela Dunia untuk Kemajuan Pendidikan Indonesia.

UPT Perpustakaan UNS Kerja Sama dengan Kelompok Kerja Kepala Perpustakaan Sekolah/Madrasah (K3PSM) Kemenag Kabupaten Tuban

Ditulis Oleh : Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum (Kepala UPT Perpustakaan UNS)

UPT Perpustakaan  Universitas Sebelas Maret menjalin kerja sama dengan Kelompok Kerja Kepala Perpustakaan Sekolah/Madrasah (K3PSM) Kemenag Kabupaten Tuban Jawa Timur. Kerja sama yang disepakati adalah penyelenggaraan diklat kepala perpustakaan dan praktik pendampingan pengelolaan  perpustakaan sekolah/madrasah di lingkungan Kemenag Kabupaten Tuban. Hal ini berdasarkan hasil kesepakatan kedua belah pihak, sewaktu Ketua kelompok Kerja Kepala Sekolah, Widi beserta tim, adakan  kunjungan ke UPT Perpustakaan UNS pada hari Senin, 13 Agustus 2015. Dalam Kunjungan tersebut, diterima langsung oleh Kepala UPT Perpustakaan, Muhammad Rohmadi  didampingi oleh para pustakawan UNS. Dalam kunjungan tersebut dikuti roadshow ke berbagai unit layanan UPT Perpustakan di lantai satu dan dua.

Dalam kunjungan tersebut, Muhammad Rohmadi menjelaskan bahwa kerja sama ini sebagai bentuk rintisan program layanan perpustakaan dalam bidang pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pendidikan dan pelatihan bagi kepala perpustakaan sekolah di daerah. Lebih  lanjut dijelaskan bahwa program layanan yang baru saja diluncurkan UPT Perpustakaan UNS adalah layanan klinik pustaka ilmiah,  wisata pustaka ilmiah, dan penerbitan jurnal pustaka ilmiah.

Salam Pustaka: Menyibak Jendela Dunia untuk Kemajuan Pendidikan Indonesia.

Universitas Musamus ke Perpustakaan UNS

SOLO-UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Perpustakaan akan menjalin kerjasama dengan Universitas Musamus Merauke, Papua. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Rektor UNS dengan Rektor UNMUS pada jumat (31/7)

Hal ini disampaikan Kepala UPT Perpustakaan UNS, Muhammmad Rohmadi, melalui rilis yang diterima espos, Minggu (2/8), setelah menerima kunjungan Iren dan Dewi, perwakilan dari Perpustakaan Universitas Musamus Merauke yang mengunjungi Perpustakaan UNS pada Jumat (31/7)

Dalam kunjungan tersebut, Kepala UPT Perpustakaan UNS, Muhammad Rohmadi, menjelaskan proses awal pengelolaan buku perpustakaan sampai disajikan di ruang baca (awi/*)

Sumber : Solopos halaman Humaniora

Perpustakaan Terintegrasi, Mutu Program Studi Meningkat

KBRN, Surakarta : Perpustakaan Universitas Sebelas Maret UNS Solo ke depan akan diintegrasikan dengan Perpustakaan seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia. Demikian disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis UPT Perpustakaan UNS Solo, Dr. Mohamad Rohmadi, kepada RRI hari ini (Jumat 24/7/2015) di kampus setempat.

Diakui, untuk mendukung program integrasi dengan Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta diperlukan sarana prasarana yang memadai, namun pihaknya optimis percepatan program dapat dilaksanakan, karena Gedung Perpustakaan 8 lantai yang saat ini dalam proses pembangunan , ditargetkan selesai tahun ini. Pihaknya berharap, melalui Program tersebut, Perpustakaan sebagai pusat belajar civitas akademik baik mahasiswa maupun dosen, dapat memberikan layanan prima , sehingga akses ke Perpustakaan nasional maupun internasional lebih mudah.

Program tersebut menurutnya, sekaligus akan meningkatkan mutu 172 program studi di UNS, apalagi BAN PT mensyaratkan kepemilikan referensi sebagai salah satu indicator penilaian akreditasi ,” salah satu indicator BAN PT, untuk program studi kepemilikan referensi, kepemilikan referensi ini, di UPT ini nantinya akan kami coba, kita pilah-pila semuanya dari 172 program studi ini, masing-masing sudah teridentifikasi, sehingga memberikan kontribusi sebagai pusat belajar yang ada di pusat, sehingga kalopun ada di fakultas, itu adalah tempat baca yang digunakan terintegrasi dengan universitas,” jelasnya.

Dengan demikian pihaknya dapat mengetahui secara cepat, buku-buku yang diperlukan, tetapi tidak terdapat di Perpustakaan.Sementara untuk mengakses ke Perpustakaan di luar UNS, anggota akan mendapatkan Kartu sakti.

UPT Perpustakaan UNS tahun ini, juga melakukan Kerjasama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Badan Bahasa, menggelar Pameran Buku yang dilanjutkan hibah lebih dari 5 ribu buku Internasional untuk Perpusataan UNS Solo, pada Oktober mendatang. (Dyah Supono/BCS/HF)

Sumber : http://rri.co.id/post/berita/184357/sorotan_kampus/perpustakaan_terintegrasi_mutu_program_studi_meningkat.html

Literasi Informasi di Perguruan Tinggi (Akses E-Journal UPT Perpustakaan UNS)

Oleh: Riah Wiratningsih

Abstrak

Literasi informasi adalah seperangkat kemampuan yang memerlukan individu untuk mengenali kapan informasi dibutuhkan dan memiliki kemampuan untuk menemukan, mengevaluasi, dan menggunakan informasi yang dibutuhkan secara efektif. Melimpahnya informasi melalui berbagai media (internet), menuntut keterampilan  pencari informasi (information seeker) untuk memiliki keterampilan dalam mendapatkan informasi secara benar dan cepat. Perpustakaan sebagai institusi pengelola informasi dan sebagai “growing organism” harus dinamis dalam mengikuti perubahan dan kemajuan TIK dimana pustakawan dituntut untuk proaktif, adaptif, dan inovatif dalam membangun pembelajar yang mandiri di perguruan tinggi.  Salah satunya adalah melalui user education “how to acces e-journal” sebagai referensi ilmiah dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi.

 

A.      Pengantar

Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi  telah membawa banyak perubahan dalam berbagai bidang, salah satunya adalah kemudahan dalam mendapatkan atau akses informasi, baik informasi yang sifatnya ilmiah, berita maupun hiburan. Keberadaan internet memberikan kemudahan  setiap information seeker dalam mencari solusi atas permasalahannya. Dengan mudahnya googling diantara jutaan bahkan milyaran informasi yang tersedia di internet. Internet dianggap sebagai rujukan informasi yang utama dalam menjawab segala permasalahan. Namun internet juga bisa menjadikan kita terjebak dalam arus informasi yang berlimpah tersebut, informasi “sampah”pun tersedia. Pernahkah ketika browsing, anda  akan berputar-putar di internet dengan mengklik link-link yang membawa anda  ke halaman yang tak berujung dan tak bertepi. Banyaknya pilihan informasi yang muncul, kadang memunculkan kebingungan. Sebagai contoh Black Hat SEO, sebuah situs yang mengunakan teknik  untuk menarik pengunjung agar masuk ke situsnya, namun setelah masuk pengunjung dibuat bingung dengan informasi yang ada. Situs seperti ini hanya ingin menaikkan rating saja.

Untuk itu Perlu skill tersendiri bagi information seeker dalam menentukan atau mendapatkan informasi yang benar melalui media internet. Informasi yang tersedia di internet sangat beragam dan sangat banyak informasi sampah. Adakah lembaga pengelola informasi yang bisa memberikan jaminan informasi secara benar? Tentu saja ada, dan salah satunya adalah perpustakaan. Adakah seseorang yang dapat memberikan skill dalam menelusur informasi. Sehingga hanya informasi yang benar saja yang bisa diambil? Tentu saja ada, dan jawabannya adalah pustakawan.

Perpustakaan sebagai lembaga pengelola dan penyedia informasi memiliki peran dalam membangun generasi literet. Perlu sebuah upaya  untuk memprogramkan kegiatan yang dapat meningkatkan skill dalam bidang penelusuran informasi. Masih banyak perpustakaan yang belum melakukan langkah untuk menjadikan pengguna perpustakaan sebagai pengguna yang mandiri dalam menelusur informasi. Bahkan di perpustakaan perguruan tinggi  yang memiliki koleksi beragam dan layanan yang beragam pula. Bagaimana pengguna akan tahu cara yang benar dalam memanfaatkan koleksi yang disediakan di perpustakaan, apabila tidak ada yang memberitahu? Siapa lagi yang akan melakukan kalau bukan pustakawan?

Di UNS program literasi informasi belum menjadi bagian dari kurikulum pembelajaran/belum adanya kebijakan dari universitas terhadap program literasi informasi. Sehingga pemanfaatan koleksi yang melimpah di perpustakaan belum termanfaatkan secara optimal. Sangat disayangkan pengadaan koleksi elektronik yang menghabiskan budget besar tidak termanfaatkan secara optimal karena sivitas akademika tidak tahu/mengenal koleksi perpustakaan. Atau bisa saja mereka tahu adanya koleksi di perpustakaan, tetapi tidak tahu bagaimana cara mendapatkan informasi/koleksi tersebut. Berdasarkan gambaran di atas penulis tertarik untuk mengadakan kegiatan  library user education dalam hal ini pemanfaatan/akses e-journal sebagai salah satu program literacy informasi yang dilakukan oleh pustakawan dalam menciptakan  generasi pembelajar yang mandiri.

B.       Perpustakaan sebagai growing organism

Disebutkan dalam Merriam-Webster (Concise Encyclopedia) bahwa perpustakaan adalah[1]

Collection of information resources in print or in other forms that is organized and made accessible for reading or study ……. Today’s libraries frequently contain periodicals, microfilms, tapes, videos, compact discs, and other materials in addition to books. The growth of on-line communications networks has enabled library users to search electronically linked databases.

Dari pengertian tersebut bahwa perpustakaan memiliki kumpulan koleksi baik tercetak maupun non cetak dan dikelola dengan aturan tertentu sehingga memudahkan untuk diakses. Seiring perkembangan TIK sangat memungkinkan pengguna perpustakaan memanfaatkan koleksi dengan link ke banyak database. Ranganathan dalam hukum perpustakaan (1931) yang ke lima mengatakan bahwa library is a growing organism. Dalam artian bahwa perpustakaan bukanlah lembaga yang statis, namun dinamis mengikuti perubahan yang terjadi.

Hukum Gorman adalah yang paling terkenal. Dia menafsirkan hukum Ranganathan dalam konteks perpustakaan saat ini dan kemungkinan masa depan. Gorman percaya bahwa S.R. Ranganathan menciptakan hukum perpustakaan berlaku untuk masa depan dan tantangan yang akan dihadapi pustakawan. Michael Gorman memberikan lima undang-undang baru tentang kepustakawanan dilihat dari sudut pandang pustakawan dalam masyarakat teknologi, yaitu: [2]

1. Libraries serve humanity.

2. Respect all forms by which knowledge is communicated.

3. Use technology intelligently to enhance service.

4. Protect free access to knowledge; and

5. Honor the past and create the future (Crawford & Gorman, 1995)

Kemajuan TIK yang sangat cepat dan overload informasi yang ada di internet menuntut pustakawan sebagai pengelola informasi harus adaptif dengan perubahan yang terjadi. Kertajaya dalam  The 10 Credos of Compassionate Marketing di mana kredo kedua adalah “BE SENSITIVE TO CHANGE AND BE READY TO TRANSFORM” dengan keterangan yang menyebutkan:[3] “Dunia tidak akan selamanya seperti ini. Lanskap bisnis akan terus berubah.  Kompetisi yang semakin sengit tidak mungkin dihindari lagi.  Globalisasi dan teknologi akan membuat pelanggan semakin pintar.  Kalau kita tidak sensitif dan tidak cepat-cepat mengubah diri, maka kita akan habis“.

Pengguna perpustakaan di era informasi  adalah generasi digital native, di mana mereka sudah sangat terbiasa dan bisa memanfaatkan media elektronik untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Namun kemampuan mereka dalam memanfaatkan media elektronik (laptop/gadget) belum diarahkan untuk pencarian sumber informasi ke perpustakaan. Padahal perpustakaan sudah menyediakan beragam informasi dalam format elektronik.pemakai adalah orientasi utama perpustakaan, dalam hal ini adalah sivitas akademika perguruan tinggi. Perguruan tinggi adalah institusi yang paling cepat menerima/menciptakan teknologi. Perubahan teknologi ini menjadikan sivitas akademika dinamis dalam melaksanakan tri dharma perguruan tinggi. Konsep-konsep baru terhadap pembaharuan selalu terupdate dan disinilah perpustakaan/pustakawan “sensitif” dalam mensikapinya dengan beradaptasi terhadap kebutuhan informasi pengguna (sivitas akademika).  Inilah konsep bahwa perpustakaan harus berkembang sesuai dengan kultur masyarakatnya yang dinamis.

Artikel lengkap klik disini